AS Tambah Ribuan Pasukan di Timur Tengah, Sinyal Tekan Iran Jelang Akhir Gencatan Senjata - Viva
VIVA – Laporan terbaru menyebut langkah militer Amerika Serikat di Timur Tengah bukan sekadar rotasi pasukan, melainkan sinyal tekanan tambahan kepada Iran di tengah masa gencatan senjata yang kian mendekati tenggat.
Menurut The Washington Post pada Rabu, Washington berencana mengerahkan ribuan personel tambahan ke kawasan dalam beberapa hari ke depan. Pengerahan ini dinilai sebagai bagian dari strategi untuk mendorong Teheran menyepakati pengakhiran konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari.
Pasukan tambahan yang dilaporkan berjumlah sekitar 6.000 personel akan ditempatkan di kapal induk USS George H. W. Bush beserta kapal-kapal perang pendampingnya. Informasi ini disampaikan oleh pejabat dan mantan pejabat yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, sekitar 4.200 personel dari Boxer Amphibious Ready Group dan 11th Marine Expeditionary Unit juga dilaporkan akan tiba di kawasan sebelum akhir April.
Penambahan ini akan mempertebal kehadiran militer AS yang sudah signifikan di wilayah tersebut. Pentagon sebelumnya menyebut sekitar 50.000 personel AS telah terlibat dalam berbagai operasi yang berkaitan dengan Iran.
Penebalan pasukan ini terjadi di tengah gencatan senjata dua pekan yang dijadwalkan berakhir pada 22 April. Laporan tersebut juga mengungkap bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi serangan udara maupun operasi darat apabila kesepakatan gencatan senjata tidak berlanjut.
Sementara itu, jalur diplomatik masih diupayakan. Pada akhir pekan lalu, pembicaraan antara pihak-pihak terkait digelar di Islamabad, Pakistan, guna mencari jalan keluar dari konflik yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, pertemuan antara delegasi AS dan Iran tersebut belum membuahkan kesepakatan.
Upaya untuk menjadwalkan pertemuan lanjutan disebut masih terus dilakukan di tengah meningkatnya tekanan militer di kawasan.