AS Serukan Iran Kembali Buka Selat Hormuz, Gedung Putih: Penutupan Tak Akan Sepenuhnya Diterima - Kompas TV
AS Serukan Iran Kembali Buka Selat Hormuz, Gedung Putih: Penutupan Tak Akan Sepenuhnya Diterima
Kompas.tv - 9 April 2026, 11:33 WIB
WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) menyerukan Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, setelah kembali menutupnya karena serangan Israel ke Lebanon.
Iran dan AS dilaporkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, dan salah satunya adalah pembukaan Selat Hormuz.
Namun, Iran akan menutup kembali Selat Hormuz setelah AS dianggap melanggar kesepakatan usai Israel menyerang Lebanon.
Baca Juga: Iran Ancam Kembali Berperang dan Tutup Selat Hormuz usai Israel Bombardir Lebanon
AS menegaskan pada Rabu (8/4/2026), Selat Hormuz harus dibuka sesegera mungkin, secepatnya dan penuh keamanan.
Pernyataannya itu menyusul jalur air itu kembali ditutup meski gencatan senjata antara AS dan Iran terjadi.
“Penutupan apapun sama sekali tak dapat diterima,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dikutip dari Euronews.
“Saya akan menegaskan kembali harapan dan tuntutan presiden (Trump) agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan cepat dan aman,” tambahnya.
Salah satu poin dalam perjanjian gencatan senjata selama dua pekan adalah Iran akan mengizinkan dimulainya kembali pengiriman melalui Selat Hormuz.
Kembali dibukanya Selat Hormuz akan mengurangi gangguan dalam aliran pasokan minyak dan gas dunia, yang sempatnya meningkatkan harga bahan bakar di seluruh dunia.
Leavitt juga menegaskan Presiden AS Donald Trump ingin melihat Selat Hormuz bisa diakses kapal tanker tanpa pembatasan, termasuk iuran tol.
“Prioritas utama dari presiden adalah dibukanya selat tanpa pembatasan, ataupun segala bentuk pungutan dan sebagainya,” ucapnya.
Baca Juga: IRGC Tak Percaya AS Meski Gencatan Senjata Tercapai, Janjikan Pembalasan Lebih Kuat Jika Diserang
Iran sebelumnya menegaskan bahwa bagian dari kesepakatan adalah juga dihentikannya serangan Israel ke Lebanon.
Sedangkan AS menegaskan bahwa hal tersebut tak termasuk dalam bagian kesepakatan.
Iran yang merasa AS melanggar kesepakatan langsung melakukan tindakan penutupan Selat Hormuz.
Sumber : Euronews