3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal - detik
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Festival Songkran atau Tahun Baru Thailand menjadi kegiatan akbar yang paling di nanti di Negeri Gajah Putih. Di balik perayaan, banyak korban berjatuhan.
Festival Songkran berlangsung pada 13-15 April 2026. Turis dari berbagai belahan dunia datang untuk bisa berpartisipasi dalam perang air yang dilangsungkan secara nasional di Thailand.
Bukan hanya kebahagiaan, Festival Songkran juga menyimpan duka. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Songkran tahun ini juga mencatat kecelakaan lalu lintas yang berkaitan dengan berlangsungnya acara besar tersebut, seperti dikutip dari New Strait Times, Rabu (15/4/2026).
Thailand mencatat 581 kecelakaan lalu lintas dan 95 korban jiwa selama tiga hari pertama 10-12 April (biasanya beberapa wilayah melangsungkan perang air lebih cepat dari tanggal yang diberikan pemerintah-red), yang menggarisbawahi kekhawatiran berkelanjutan tentang keselamatan jalan selama perayaan tahunan tersebut.
Wakil Juru Bicara Pemerintah, Lalida Persvivatana, mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga, bekerja sama dengan Biro Polisi Pariwisata dan lembaga terkait, memantau secara ketat keselamatan selama perayaan yang biasa disebut "Tujuh Hari Berbahaya" untuk meningkatkan kepercayaan di antara wisatawan domestik dan internasional.
"Tujuh Hari Berbahaya" mengacu pada periode kampanye keselamatan jalan di Thailand selama perayaan Songkran, di mana kecelakaan perjalanan biasanya meningkat tajam.
Mengutip data dari Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, ia mengatakan total 486 orang terluka dalam kecelakaan di seluruh negeri selama tiga hari tersebut.
"Pada tanggal 12 April saja, pihak berwenang mencatat 193 kecelakaan, mengakibatkan 169 luka-luka dan 24 kematian. Secara kumulatif, dari tanggal 10 hingga 12 April, terjadi 581 kecelakaan, dengan 486 luka-luka dan 95 kematian," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Ia menambahkan bahwa tujuh wisatawan asing terluka dalam kecelakaan terpisah selama periode yang sama, tanpa ada korban jiwa yang dilaporkan.
Lalida mengatakan Kementerian Pariwisata dan Olahraga terus memperkuat langkah-langkah keselamatan di area wisata utama, sambil berkoordinasi erat dengan semua instansi terkait untuk memastikan festival berjalan lancar.
"Pemerintah mendesak masyarakat dan wisatawan untuk mengemudi secara bertanggung jawab dan mematuhi prinsip 'jangan minum dan mengemudi' untuk memastikan bahwa festival Songkran tahun ini tetap menjadi acara yang aman dan menyenangkan bagi semua," katanya.
Departemen Pengawasan mengatakan bahwa dari tanggal 10 hingga 12 April terdapat 1.750 pengemudi yang dihukum karena pelanggaran lalu lintas. Hampir semuanya melibatkan alkohol, 92%. Chiang Mai memiliki kasus mengemudi dalam keadaan mabuk terbanyak yaitu 246 kasus, diikuti oleh Nonthaburi (147 kasus) dan Samut Prakan (145 kasus).
Wisatawan yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Pusat Bantuan Wisatawan (TAC) di seluruh negeri atau hotline Polisi Pariwisata di 1155, yang beroperasi 24 jam.
Lihat juga Video 'Thailand Gunakan Polisi AI untuk Amankan Festival Songkran':
(bnl/ddn)