Nostradamus China Prediksi Perang Iran-AS Tak Akan Pernah Berakhir - SindoNews
Nostradamus China Prediksi Perang Iran-AS Tak Akan Pernah Berakhir
Kamis, 16 April 2026 - 09:51 WIB
Perang Iran melawan AS dan Israel. FOTO/ DAILY
BEIJING - Profesor Xueqin Jiang, yang dijuluki 'Nostradamus China', telah membuat ramalan 'mengkhawatirkan' baru tentang meningkatnya perang AS-Iran.
YouTuber terkenal ini melalui saluran Predictive History miliknya, yang memiliki sekitar 2,28 juta pelanggan, menjadi sensasi internet setelah tiga ramalannya pada Mei 2024 menjadi viral dan dua di antaranya benar-benar menjadi kenyataan.
Sebelumnya, Jiang juga meramalkan terpilihnya kembali Presiden Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS 2024.
Dalam sebuah video berjudul 'Trump World Order' yang dibagikan oleh mantan mahasiswa Yale College pada 2 April, ia meramalkan bahwa konflik Washington-Teheran tidak akan pernah berakhir.
"Banyak yang percaya bahwa sebenarnya baru saja dimulai. Ada rumor bahwa Trump telah menyetujui pengerahan unit infanteri dan bahwa kita akan melihat kampanye invasi darat terhadap Iran dalam waktu dekat," katanya.
Menurutnya, AS saat ini memiliki sekitar 50.000 pasukan di Asia Barat dan medan Teheran dapat mempersulit operasi mereka.
Jiang juga menjelaskan teori perangnya menggunakan peta yang diperkirakan akan memicu konflik yang lebih berdarah dan menghancurkan daripada perang di Afghanistan.
"Iran memiliki keuntungan karena geografi pegunungannya dan gurun yang tandus.
Strategi perang AS jelas membingungkan. Kita dapat melihat bahwa Washington sebenarnya merencanakan perang panjang terhadap Teheran.
"Yang pasti ingin mereka lakukan adalah mengendalikan Selat Hormuz terlebih dahulu untuk menekan ekonomi global," jelasnya, memprediksi hal tersebut beberapa hari sebelum Trump mengumumkan sanksi terhadap pelabuhan Iran.
Merujuk pada prediksinya sebelumnya, Jiang percaya AS akan melanjutkan operasi darat dan mereka akan kalah perang karena mereka meremehkan kemampuan perang gerilya Iran.
Jiang kemudian menjelaskan bahwa perang skala penuh di Asia Barat berpotensi menyebabkan penurunan ekspor minyak bagi negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), sehingga meningkatkan ketergantungan dunia pada minyak dan sumber daya lainnya dari Amerika Utara
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata