26 Kapal Iran Dilaporkan Bobol Bokade AS di Selat Hormuz, Pentagon Berang - Republika
26 Kapal Iran Dilaporkan Bobol Bokade AS di Selat Hormuz, Pentagon Berang
Laporan soal pembobolan itu diterbitkan konsultan maritim ternama Lloyd's List.
EPA/Abedin Taherkenareh Warga Iran berjalan di depan lukisan raksasa mengilustrasikan kapal di Selat Hormuz yang terpampang di Teheran, Senin (20/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Laporan soal 26 kapal Iran yang berhasil menembus blokade Amerika Serikat membuat markas pusat Kementerian Pertahanan AS alias Pentagon meradang. Mereka mencoba menyangkal laporan dari konsultan intelijen maritim ternama Inggris, Lloyd’s List tersebut.
Perusahaan yang berbasis di London, yang menawarkan layanan intelijen kepada perusahaan pelayaran, merilis laporan pada Senin yang mengatakan 26 kapal, termasuk setidaknya 11 kapal tanker minyak dan gas yang sarat dengan kargo Iran, “melewati garis blokade sejak AS menghentikan lalu lintas ke dan dari pelabuhan Iran pada 13 April.”
Sponsored
Lloyd's List, sebuah perusahaan analisis maritim global berusia 292 tahun, mengatakan temuannya dikonfirmasi menggunakan data pelacakan satelit, analisis canggih, dan intelijen manusia di lapangan.
"Hampir setengah dari 26 kapal tanker melewati blokade sebelum AS memperluas ketentuannya untuk memasukkan minyak mentah dan produk Iran ke dalam kategori 'selundupan'. Namun 12 kapal armada bayangan melanggar blokade AS setelah ketentuan tersebut diperluas pada 16 April," katanya dalam pengarahan yang dikirim ke media.
Pentagon pada Selasa mencoba membantah laporan Lloyd’s List tersebut. Juru bicara Pentagon Sean Parnell membantah penerobosan tersebut dalam postingan media sosial. “Pertama-tama, laporan ini salah,” kata Parnell.
The Wall Street Journal melaporkan pada hari Selasa bahwa lebih dari dua lusin kapal terkait Iran yang membawa minyak dan gas telah menghindari blokade AS, mengutip Lloyd’s List dan pialang pengiriman.
Broker di Athena mengatakan kepada Journal bahwa kapal kargo umum milik Yunani bernama Basel meninggalkan pelabuhan Bandar Imam Khomeini di Iran pada Rabu lalu dan melewati blokade AS pada Jumat.
“Kami berpegang pada kebenaran kecerdasan kami,” kata juru bicara Lloyd’s List kepada The Hill sebagai tanggapan atas postingan Parnell.
Halaman 2 / 2
Komando Pusat AS mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukan AS telah mengarahkan 28 kapal untuk berbalik atau kembali ke pelabuhan sejak blokade diberlakukan. Ketika dimintai komentar mengenai laporan Lloyd's List, seorang pejabat Pentagon hanya mengatakan bahwa laporan tersebut “salah.”
Blokade telah terbukti menjadi hambatan utama dalam pembicaraan dengan Iran mengenai perpanjangan gencatan senjata saat ini, yang akan berakhir pada Rabu malam.
Trump bersikeras bahwa AS tidak akan mencabut blokade tersebut sampai kesepakatan perdamaian jangka panjang tercapai dengan Iran, namun Teheran mengatakan pihaknya tidak akan mengizinkan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz sampai blokade tersebut dicabut – sebuah dinamika yang mengancam kenaikan harga energi secara global.
Blokade Trump dipandang sebagai upaya untuk membuat sekutu Iran yang bergantung pada minyak dari wilayah tersebut untuk memberikan tekanan terhadap Teheran dalam pembicaraan dengan AS.
Presiden China, Xi Jinping, untuk pertama kalinya pada hari Selasa menganjurkan agar rute pelayaran segera dibuka kembali untuk semua orang.
Pemimpin China tersebut menyerukan gencatan senjata segera dan komprehensif serta penghentian permusuhan di Timur Tengah dan kawasan Teluk, dan bahwa jalur normal melalui Selat Hormuz “memenuhi kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional,” lapor Xinhua.
arrow_forward_ios
Baca selengkapnya
00:00
00:10
01:26
Berita Terkait
Menteri Angkatan Laut Amerika Mendadak Mengundurkan Diri di Saat Genting, ini Penjelasan Pentagon
Internasional - 1 jam yang lalu
Iran tidak akan Buka Selat Hormuz Selama AS Masih Terapkan Blokade Maritim
Internasional - 1 jam yang lalu
Iran Sita Dua Kapal di Selat Hormuz, Ketegangan di Teluk Memanas
Internasional - 10 jam yang lalu
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Stok Minyak Global Dekati Rekor Terendah
Energi - 11 jam yang lalu
Gubernur BI Tegaskan Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Global, Ini Alasannya
Finansial - 12 jam yang lalu