0
News
    Home Abu Dhabi Berita Dunia Internasional Featured Iran IRGC Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Panglima AL IRGC Iran Tewas di Selat Hormuz, Rudal Teheran Sasar Abu Dhabi, Sersan Muda Israel Tewas - Wartakotalive

    6 min read

     

    Panglima AL IRGC Iran Tewas di Selat Hormuz, Rudal Teheran Sasar Abu Dhabi, Sersan Muda Israel Tewas

    Panglima AL IRGC Iran Tewas di Selat Hormuz, Rudal Teheran Sasar Abu Dhabi, Sersan Muda Israel Tewas

    Panglima AL IRGC Iran Tewas di Selat Hormuz, Rudal Teheran Sasar Abu Dhabi, Sersan Muda Israel Tewas
    Ringkasan Berita:
    • Alireza Tangsiri, tokoh kunci Angkatan Laut Iran yang menguasai Selat Hormuz, tewas dalam serangan udara misterius di Bandar Abbas
    • Rudal dan drone Iran menghujani Abu Dhabi, Kuwait, dan Arab Saudi; mengakibatkan dua warga sipil tewas di UEA serta memicu kecaman internasional atas pelanggaran kedaulatan negara-negara Teluk.
    • Pertempuran sengit di Lebanon Selatan menewaskan prajurit Brigade Golani Israel, Ori Greenberg, saat militer Israel terus menggempur basis Hizbullah

    WARTAKOTALIVE.COM -- Sebuah serangan udara mematikan menewaskan Panglima Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Alireza Tangsiri, di Selat Hormuz, Kamis (26/3/2026). 

    Kematian Alireza Tangsiri yang merupakan sosok kunci di balik agresifitas Iran di Selat Hormuz, dilaporkan salah seorang pejabat militer Israel, terpercaya, seperti dikutip dari laman Jpost.com, Kamis.

    Menurut pejabat tersebut Alireza Tangsiri tewas di Bandar Abbas, tak jauh dari Selat Hormuz.

    Baca juga: Trump Hapus Dua Tokoh Kunci Iran dari Daftar Target Mati Sementara Waktu, Abbas Pilih Perlawanan

    Keberadaan Alireza memang sudah diincar dan menjadi perhatian AS, karena dianggap menjadi biang kerok penutupan Selat Hormuz.

    Hingga kini, pihak militer Israel (IDF) maupun Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.

    Namun, tewasnya Tangsiri menjadi pukulan telak bagi Teheran.

    Mengingat perannya yang sangat vokal dalam mengancam fasilitas minyak Amerika dan pangkalan militer Barat di wilayah Teluk dalam beberapa pekan terakhir.

    Tangsiri, yang memimpin Angkatan Laut IRGC sejak Agustus 2018, diketahui mengambil sikap semakin agresif dalam beberapa minggu terakhir.

    Hal itu menurutnya sebagai tindakan membela kedaulatan Iran di Teluk, khususnya di sekitar Selat Hormuz.

    Bahkan Minggu lalu, Alireza Tangsiri mengancam akan melakukan pembalasan terhadap fasilitas AS di wilayah tersebut.

    Karenanya ia memperingatkan warga sipil dan pekerja untuk menjauh.

    "Daftar target kami telah diperbarui. Fasilitas minyak yang terkait dengan Amerika sekarang setara dengan pangkalan Amerika dan akan diserang dengan kekuatan penuh," kata Tangsiri saat itu.

    AS telah berulang kali menyatakan bahwa melenyapkan kemampuan angkatan laut Iran adalah prioritas utama.

    Sejak perang dimulai, AS diyakini telah menghancurkan sekitar 100 kapal yang digunakan oleh Angkatan Laut Republik Islam Iran dan IRGC.

    Hujan Rudal Balasan Iran

    Kematian sang panglima segera diikuti dengan eskalasi serangan balasan yang mengerikan.

    Di Abu Dhabi, dua orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya luka-luka setelah puing-puing rudal yang dicegat jatuh menghantam jalanan kota.

    Baca juga: Kim Jong Un Kutuk Serangan AS ke Iran, Sebut Aksi Trump Terorisme yang Didukung Negara!

    Sementara itu, Kuwait dan Arab Saudi juga melaporkan serangan gelombang drone dan rudal yang masif sepanjang malam.

    Pemerintah Kuwait menyebut serangan ini sebagai "agresi nyata" yang melanggar kedaulatan, sementara Arab Saudi mengonfirmasi sedikitnya delapan unmanned aerial vehicles (UAV) asal Iran berhasil dicegat di langit mereka.

    Ketegangan ini memuncak setelah Iran secara tegas menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Presiden AS Donald Trump.

    Pertempuran Berdarah di Lebanon Selatan

    Di garis depan lainnya, pertempuran darat antara Israel dan Hizbulah semakin intens.

    Sersan Kepala Ori Greenberg (21) dari Brigade Golani dilaporkan gugur dalam baku tembak sengit di Lebanon Selatan.

    Kematian prajurit muda Israel ini menambah daftar panjang korban jiwa di kedua belah pihak.

    Kini Israel berupaya memperluas zona keamanan untuk menghalau serangan roket Hizbulah yang bergabung dalam perang di pihak Iran sejak awal Maret.

    Dengan tewasnya petinggi militer Angkatan Laut Iran dan penolakan jalur damai, bayang-bayang perang skala besar yang melibatkan kekuatan global di sepanjang jalur energi dunia kini bukan lagi sekadar kemungkinan, melainkan realitas yang sangat dekat.

     Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp


    Komentar
    Additional JS