Lobi Anwar Ibrahim Berhasil, Iran Izinkan Kapal-Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz - Republika
Lobi Anwar Ibrahim Berhasil, Iran Izinkan Kapal-Kapal Tanker Malaysia Lewati Selat Hormuz
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Kamis (26/3/2026), mengumumkan dirinya telah berbicara dengan para pemimpin di kawasan Teluk Persia, dan menambahkan bahwa kapal-kapal Malaysia sudah diperbolehkan melewati Selat Hormuz. Anwar berterima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
"Kami sekarang dalam proses melepas kapal-kapal tanker Malaysia dan pekerja yang terlibat sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi Malaysia dilansir the Cradle.
Anwar mengatakan, diskusinya dengan pemimpin Iran dan negara lain adalah bagian dari upaya lebih luas untuk membantu mempromosikan perdamaian di Asia Barat.
"Tapi itu tidak mudah, sebagaimana Itan merasa ditipu berulang kalai dan sulit menerima jalan damai tanpa garansi keamanan yang jelas dan mengikat bagi bangsanya."
Halaman 2 / 2
Menurut Lloyd’s List Intelligence, dilansir bne Intellinews, Selasa (24/3/2026), jumlah kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz terus bertambah seiring dengan penerapan sistem pembayaran tol yang diterapkan Iran. Kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz diarahkan ke wilayah perairan Iran lwa sebuah rute yang disebut sebagai "Stan Tol Teheran' yang meninggalkan dua jalur internasional di tengah selat yang biasa dilalui kapal-kapal komersial.
Pada Selasa, setidaknya ada 20 kapal yang telah bergerak mengambil jalur antara pulau Qeshm dan Larak seperti yang diarahkan oleh otoritas Iran. Analis dari Lloyd’s List Intelligence mengungkapkan bahwa sedikitnya 16 kapal transit di Selat Hormuz sejak 20 Maret, di mana 12 kapal berlayar melalui koridor yang dikontrol Iran.
Setidaknya dua kapal diketahui telah membayar tol ke Iran, di mana satu kapal dilaporkan membayar sekitar 2 juta dolar AS. Koridor itu saat ini diawasi oleh IRGC yang melakukan verifikasi terhadap detail kapal, dan untuk beberapa kasus, menerapkan tarif tol untuk transit.
Meski jumlah kapal yang sudah bisa melintas masih di bawah rata-rata 100 kapal yang melintasi Selat Hormuz per harinya, perkembangan terbaru menggambarkan adaptasi terhadap aturan informasi baru. Adapun, jumlah minyak yang keluar dari Teluk Persia saat ini telah meningkat di angka 8 juta barel per hari menurut estimasi bne IntelliNews.