Khawatir Dibom Iran, Kampus AS di Beirut Ditutup dan Gelar Kuliah Online - Kompas
Khawatir Dibom Iran, Kampus AS di Beirut Ditutup dan Gelar Kuliah Online
BEIRUT, KOMPAS.com – Universitas ternama di Lebanon, American University of Beirut (AUB), memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan tatap muka dan beralih ke sistem pembelajaran daring.
Langkah ini diambil setelah muncul ancaman dari Garda Revolusi Iran (IRGC) yang menyasar universitas-universitas Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu (29/3/2026) sebagai langkah antisipasi di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Baca juga: Kampus AS di Teluk Terancam Dibombardir Iran, Balasan atas Serangan Amerika-Israel
Kampus tutup sementara
Presiden AUB, Fadlo Khouri, mengatakan bahwa pihaknya mengetahui ancaman tersebut sejak pagi hari.
“Seperti banyak dari Anda, kami mengetahui sejak pagi ini tentang ancaman yang ditujukan kepada universitas-universitas Amerika di kawasan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti ancaman langsung terhadap kampusnya.
“Saat ini, kami tidak memiliki bukti adanya ancaman langsung terhadap universitas kami atau pusat medis kami. Namun demikian, sebagai langkah kehati-hatian, kami akan beroperasi sepenuhnya secara online pada Senin dan Selasa, dengan pengecualian bagi personel penting,” kata Khouri.
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan akademik, termasuk kelas dan ujian, akan dilakukan secara daring selama periode tersebut.
Baca juga: Surat Kabar Iran Kirim Peringatan Akan Invasi AS: Welcome to Hell
Iran ancam targetkan kampus AS di Timur Tengah
Ancaman tersebut datang dari IRGC yang menyatakan siap menargetkan universitas-universitas Amerika di Timur Tengah setelah Iran mengeklaim dua universitasnya hancur akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
“Jika pemerintah AS ingin universitasnya di kawasan ini bebas dari pembalasan, maka mereka harus mengutuk pemboman universitas tersebut dalam pernyataan resmi sebelum Senin (30/3/2026) pukul 12 siang waktu Teheran,” demikian bunyi pernyataan yang dipublikasikan media Iran.
Selain itu, mereka juga mengeluarkan peringatan kepada komunitas kampus.
Baca juga: Iran Balik Ancam AS, Bakal Ratakan Seluruh Pembangkit Listrik Negara Teluk
“Kami menyarankan semua karyawan, profesor, dan mahasiswa universitas Amerika di kawasan ini serta warga di sekitarnya untuk tetap berada setidaknya satu kilometer dari kampus,” lanjut pernyataan tersebut.
Sejumlah universitas Amerika memang memiliki kampus cabang di berbagai negara Timur Tengah. Di antaranya adalah Texas A&M University yang memiliki kampus di Qatar, serta New York University yang beroperasi di Uni Emirat Arab.
Di Lebanon sendiri, AUB merupakan salah satu institusi pendidikan Amerika paling bergengsi. Kampus beserta rumah sakitnya berada di pusat ibu kota Beirut.
Namun, situasi keamanan di Lebanon turut memburuk sejak negara itu terseret dalam konflik kawasan pada 2 Maret.
Kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Teheran meluncurkan roket ke Israel sebagai balasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran.
Baca juga: Pentagon Cemas Kehabisan Rudal Tomahawk, Stok Disebut Menipis untuk Serang Iran
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang