Ketika Media Iran Sambut Potensi Invasi Darat AS dengan 'Selamat Datang di Neraka' dan 'Peti Mati' - SindoNew
Ketika Media Iran Sambut Potensi Invasi Darat AS dengan 'Selamat Datang di Neraka' dan 'Peti Mati'
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 30 Maret 2026 - 07:40 WIB
Media Iran sambut potensi invasi darat AS dengan judul Wellcome To Hell. Foto/Tehran Times
TEHERAN - Halaman surat kabar Iran berbahasa Inggris; Tehran Times, memuat peringatan kepada Amerika Serikat (AS) dengan judul "Welcome To Hell [Selamat Datang di Neraka]".
Disebutkan juga bahwa setiap tentara AS yang menginjakkan kaki di tanah Iran akan "pergi hanya dalam peti mati".
Peringatan ini, yang merupakan sambutan mengerikan media Iran, muncul setelah media AS melaporkan pada hari Jumat bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan pengerahan hingga 10.000 pasukan tambahan ke Timur Tengah.
Baca Juga: 3.500 Marinir Siaga Penuh, AS Siapkan Invasi Darat Berminggu-minggu di Iran
Langkah tersebut telah memicu spekulasi bahwa Washington sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di tanah Iran.
Pengerahan potensial pasukan darat ini akan mewakili peningkatan besar dalam jejak militer Amerika di kawasan Timur Tengah meskipun Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa Teheran terlibat dalam pembicaraan damai dengan Washington yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.
Menurut laporan Wall Street Journal, Senin (30/3/2026), pasukan tambahan tersebut dimaksudkan untuk memberi Trump pilihan militer yang lebih luas di Timur Tengah yang telah dilanda perang sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Pasukan tambahan tersebut akan bergabung dengan ribuan pasukan terjun payung dan Korps Marinir yang telah dikirim ke wilayah tersebut.
Seorang pejabat Iran mengatakan pada pekan lalu bahwa Teheran akan merespons invasi darat Amerika dengan mengaktifkan sekutu Houthi-nya di Yaman. Kelompok Houthi akan diinstruksikan untuk melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah, membuka apa yang digambarkan pejabat itu sebagai front baru dalam perang.
Houthi menyambut instruksi Iran, dengan menembakkan rudal ke Israel pada hari Sabtu atau untuk pertama kalinya sejak perang dimulai 28 Februari.
Trump secara konsisten mengatakan bahwa dia tidak berniat mengerahkan pasukan darat untuk operasi tempur melawan Iran. Masih belum jelas di mana tepatnya pasukan tambahan Amerika akan ditempatkan.
Wall Street Journal melaporkan bahwa mereka kemungkinan besar akan ditempatkan dalam jarak serang dari Iran sendiri dan Pulau Kharg, terminal ekspor minyak vital yang terletak di lepas pantai Iran.
Dalam perkembangan terpisah, Trump telah menunda tenggat waktu yang telah dia tetapkan untuk kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur energi Iran. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa negosiasi untuk mengakhiri perang "berjalan sangat baik".
Di lapangan, militer Israel mengumumkan pada Jumat pekan lalu bahwa mereka telah melakukan gelombang serangan skala besar terhadap infrastruktur milik apa yang mereka sebut "rezim teror Iran" di jantung Teheran. Kemudian pada hari yang sama, militer Israel memperbarui serangannya di pinggiran selatan Beirut, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan infrastruktur yang digunakan oleh Hizbullah.
Kelompok Lebanon yang didukung Iran itu menanggapi dengan mengatakan bahwa pasukannya telah bentrok langsung dengan pasukan Israel di Lebanon selatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Iran Tegaskan Gelar Serangan ke Israel, Isyaratkan Invasi Darat