0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Gaza Gencatan Senjata Khan Younis Palestina Spesial

    Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, 6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Khan Yunis - Tribunnews

    8 min read

     

    Gencatan Senjata Gaza Kian Rapuh, 6 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Khan Yunis

    Serangan Israel di Khan Yunis tewaskan 6 warga Palestina, gencatan senjata Gaza kian rapuh di tengah konflik yang terus memanas.

    Ringkasan Berita:
    • Serangan udara Israel di Khan Yunis menewaskan enam warga Palestina, termasuk seorang anak.
    • Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlaku sejak November lalu.
    • Kekerasan yang terus berlanjut memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Gencatan senjata di Jalur Gaza kian rapuh setelah serangan udara Israel kembali menewaskan warga sipil.

    Mengutip Al Jazeera, Minggu (29/3/2026), sedikitnya enam warga Palestina, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan yang menyasar dua pos pemeriksaan polisi di Khan YunisGaza selatan.

    Pejabat kesehatan setempat menyebut, korban terdiri dari tiga anggota polisi dan tiga warga sipil, termasuk seorang gadis.

    Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

    Laporan Reuters menyebut, serangan terjadi di tengah situasi yang masih tegang meski gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) telah berlaku sejak November lalu.

    Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari militer Israel terkait serangan tersebut.

    Serangan di Tengah Gencatan Senjata

    Menurut laporan The Straits Times, kekerasan di Gaza terus berlanjut meskipun gencatan senjata telah berlangsung lebih dari lima bulan.

    Data pejabat kesehatan Gaza mencatat, ratusan warga Palestina tewas sejak kesepakatan tersebut, diberlakukan.

    Lebih dari 680 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya terluka sejak November.

    Eskalasi Konflik Regional

    Mengutip TRT World, serangan terbaru ini menjadi bagian dari meningkatnya eskalasi konflik di kawasan.

    Israel masih melanjutkan operasi militer di Gaza dan wilayah lain, di tengah konflik yang juga melibatkan Iran dan kelompok bersenjata di kawasan.

    Sejak perang dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas.

    Baca juga: Apresiasi Pengiriman TNI ke Gaza Ditunda, Aher Dorong Evaluasi BOP jika Tak Jamin Palestina Merdeka

    Sementara itu, puluhan korban jiwa juga tercatat sejak konflik Israel dengan Iran kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.

    Krisis Kemanusiaan Memburuk

    Serangan yang terus berlanjut memperparah kondisi kemanusiaan di Gaza.

    Selain korban jiwa, kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik semakin meluas.

    Sebagian besar wilayah Gaza dilaporkan mengalami kehancuran akibat konflik berkepanjangan.

    Tahanan Palestina Meninggal di Penjara Israel

    Di tengah eskalasi konflik di Gaza, kabar duka juga datang dari dalam sistem penahanan Israel.

    Seorang tahanan Palestina dilaporkan meninggal dunia dalam tahanan.

    Otoritas Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina bersama Perhimpunan Tahanan Palestina menyatakan Marwan Fathi Harzallah meninggal di penjara Megiddo.

    Harzallah diketahui ditahan oleh otoritas Israel sejak 8 Januari.

    Kematian ini menambah daftar panjang tahanan Palestina yang meninggal dalam tahanan sejak konflik meningkat.

    Tercatat, lebih dari 100 tahanan Palestina meninggal di penjara dan pusat penahanan Israel sejak Oktober 2024.

    Menurut laporan WAFA, Harzallah sebelumnya pernah ditembak pasukan Israel pada 1995.

    Insiden tersebut, menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi.

    Baca juga: Idul Fitri 2026 di Tengah Perang Timur Tengah, Gaza dan Beirut Rayakan Lebaran di Pengungsian

    Sementara itu, putranya, Tahrir Harzallah, juga ditahan tanpa dakwaan.

    Penahanan tersebut, dilakukan melalui kebijakan yang dikenal sebagai penahanan administratif.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan NUgrahani)


    Komentar
    Additional JS