0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured India Kesehatan Spesial Virus Nipah

    Virus Mematikan Nipah Guncang India, 1 Perawat dalam Kondisi Kritis - Viva

    3 min read

      

    Virus Mematikan Nipah Guncang India, 1 Perawat dalam Kondisi Kritis

    India, VIVA – Virus nipah melanda India. Dilaporkan dua kasus mematikan ini terjadi di Kolkata, Bengal Barat. Dua kasus itu melibatkan dua perawat di sebuah rumah sakit swasta demikian dilapokkan The Telegraph dan The Independent, Selasa 27 Januari 2026.

    Sakit Kepala dan Demam? Waspada, Ini Bisa Jadi Tanda Infeksi Virus Nipah!

    Dari dua perawat yang terkonfirmasi positif virus nipah, satu perawat dilaporkan dalam kondisi kritis. Hal ini dikonfimrasi oleh Sekertaris Utama Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga Bengal Barat, Narayan Swaroop Nigam.

    Sementara itu, Kementerian Kesehatan India melalui unggahannya di platform X menghimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap penularan virus nipah.

    India Klaim Penanganan Virus Nipah Terkendali, Hanya Dua Kasus Terkonfirmasi

    “Tetap waspada, terus cari informasi, dan patuhi arahan dari otoritas kesehatan setempat,” tulis kementerian tersebut.

    Pejabat kesehatan kini menerapkan langkah karantina dan pengawasan ketat. Hingga saat ini, sebanyak 180 orang telah menjalani tes, sementara 20 orang yang tergolong kontak berisiko tinggi telah dikarantina.

    Pesawat Pribadi Jatuh di India Barat, Menewaskan Wakil Kepala Menteri

    “Seluruhnya tidak menunjukkan gejala dan hasil tesnya negatif. Mereka akan kembali diperiksa sebelum masa karantina 21 hari berakhir,” kata Nigam dikutip dari laman USA Today.

    Apa itu virus Nipah?

    Virus Nipah merupakan virus zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. WHO menyebutkan bahwa kelelawar pemakan buah merupakan inang alami virus ini. Penularan juga bisa terjadi melalui hewan lain seperti babi, makanan yang terkontaminasi, serta kontak langsung antar manusia.

    WHO juga menyebut bahwa virus Nipah diketahui dapat menyebabkan infeksi ringan hingga berat, dengan tingkat kematian diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen,

    Sementara itu, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), virus Nipah dapat menimbulkan gejala seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas.

    Dalam kasus tertentu, infeksi ini juga dapat menyebabkan ensefalitis atau pembengkakan otak. Kondisi tersebut bisa memicu gejala lanjutan seperti kebingungan, rasa mengantuk berlebihan, kejang, hingga koma. Gejala biasanya muncul dalam rentang waktu empat hingga 14 hari setelah terinfeksi.

    Hingga kini, belum ada obat khusus untuk virus Nipah. Penanganan yang tersedia masih sebatas perawatan suportif dan pengobatan untuk meredakan gejala.


    Komentar
    Additional JS