Terlalu Ambisius, Proyek Kota Futuristik Arab Saudi Akan Diperkecil - deitk
Terlalu Ambisius, Proyek Kota Futuristik Arab Saudi Akan Diperkecil
Neom, proyek kota futuristik yang digagas oleh Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman, akan diperkecil dan dirancang ulang karena terlalu ambisius. Proyek ini sudah menghadapi penundaan selama bertahun-tahun dan anggaran yang terus membengkak.
Menurut laporan Financial Times, orang-orang yang familiar dengan isu ini mengatakan Muhammad bin Salman sendiri yang sekarang membayangkan proyek dengan skala jauh lebih kecil.
Kepada Financial Times, Neom mengatakan mereka selalu mempertimbangkan bagaimana mengatur tahapan dan memprioritaskan inisiatif agar sejalan dengan tujuan nasional dan menciptakan nilai jangka panjang.
"Sebagai proyek pembangunan yang dirancang untuk menjangkau beberapa generasi, Neom memprioritaskan proyek-proyek yang sejalan dengan prioritas strategis, kesiapan pasar, dan dampak ekonomi yang berkelanjutan," kata Neom dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari Financial Times, Selasa (27/1/2026).
Setelah diluncurkan pada tahun 2017, Arab Saudi langsung mengumumkan proyek besar sebagai bagian dari Neom. Salah satunya adalah The Line, kota futuristik sepanjang 170km yang dirancang seperti garis lurus dari pinggir pantai ke pegunungan gurun.
Orang dalam yang mengetahui isu ini mengatakan arsitek sudah mengerjakan desain ulang The Line dengan mengecilkan skalanya secara signifikan. Proyek ini dirancang ulang agar lebih sederhana dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah dibangun selama beberapa tahun terakhir.
"The Line akan menjadi konsep yang benar-benar berbeda. Proyek ini akan menggunakan infrastruktur yang sudah ada dengan cara yang sepenuhnya berbeda," kata sumber tersebut.
Saat pertama kali diumumkan, Neom mengatakan The Line akan terdiri dari dua bangunan pencakar langit setinggi 500 meter yang memanjang 170km hingga menjadi Laut Merah. Belum diketahui bagaimana desain baru The Line setelah dirombak.
Setelah proyek ini diperkecil, pemerintah Arab Saudi diyakini sudah mengalihkan fokusnya ke arah industrialisasi Neom, khususnya menjadi pusat data center.
Neom mengatakan pemerintah Arab Saudi sedang berupaya menjadi pusat dunia untuk data dan AI. Proyek ini diklaim memiliki beberapa keunggulan, termasuk infrastruktur digital, lokasi dekat tiga benua, akses ke energi terbarukan, dan ketersediaan tanah yang luas.
"Pusat data membutuhkan air untuk mendinginkan server dan (proyek) ini tepat di pinggir pantau sehingga akan memanfaatkan air laut. Jadi, ini akan menjadi pusat utama untuk data center," ujar orang tersebut.