0
News
    Home Berita Featured Garda Revolusi Iran Spesial Teroris Uni Eropa

    Uni Eropa Bisa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Teheran Siap Balas - SindoNews

    4 min read

      

    Uni Eropa Bisa Tetapkan Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Teheran Siap Balas


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 29 Januari 2026 - 21:30 WIB

    Pasukan Garda Revolusi Iran mengikuti acara di Teheran. Foto/anadolu

    BRUSSEL - Para menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas apakah akan menetapkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Usulan ini, yang telah lama dibahas dan berulang kali terhenti, telah mendapatkan momentum setelah beberapa negara anggota utama dilaporkan mengubah posisi mereka.

    Sebelumnya, negara-negara termasuk Prancis, Italia, dan Spanyol menyatakan penentangan yang tegas. Mereka berpendapat memasukkan IRGC – cabang resmi militer Iran – ke dalam daftar hitam akan memutuskan saluran diplomatik penting dengan Teheran dan berpotensi memprovokasi tindakan balasan terhadap kepentingan Eropa.

    Menurut sumber diplomatik yang dikutip Politico dan Euronews pada hari Rabu, penolakan mereka kini telah melunak. Istana Elysee Prancis dan Kementerian Luar Negeri Spanyol telah menyatakan kesediaan mendukung langkah tersebut, dengan alasan penindakan domestik Iran terhadap protes dan dukungan militernya untuk Rusia. Italia juga dilaporkan mengubah pendiriannya awal pekan ini.

    Pergeseran ini meningkatkan kemungkinan tercapainya suara bulat, yang dibutuhkan di antara 27 negara anggota, pada pertemuan mereka pada hari Kamis. Para menteri luar negeri juga diharapkan menyetujui sanksi terpisah yang menargetkan individu dan entitas Iran atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia.

    Negara-negara Barat menuduh IRGC melakukan kekejaman selama kerusuhan baru-baru ini. Iran menuduh AS dan Israel memicu protes, di mana menurut Iran lebih dari 3.000 orang tewas dan banyak bangunan publik dan pemerintah hancur, untuk membenarkan intervensi militer.

    Jika disetujui, Uni Eropa akan bergabung dengan segelintir negara yang secara resmi menyatakan IRGC sebagai organisasi teroris, termasuk AS, Israel, Kanada, Australia, Arab Saudi, dan Bahrain.

    Washington secara resmi memberi label IRGC sebagai organisasi teroris selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump pada tahun 2019. Kemudian, hal itu digunakan sebagai pembenaran untuk serangan pembunuhan drone pada Januari 2020 yang menewaskan komandan senior Qassem Soleimani di Irak.

    Iran telah memperingatkan penetapan ini akan dibalas dengan tindakan timbal balik. Pada tahun 2019, Teheran secara resmi memberi label Komando Pusat AS (CENTCOM) sebagai organisasi teroris.

    Pada awal tahun 2023, menyusul resolusi Parlemen Eropa yang tidak mengikat yang menyerukan agar IRGC dimasukkan ke dalam daftar hitam, parlemen Iran menyusun undang-undang yang akan menetapkan angkatan bersenjata semua negara anggota Uni Eropa sebagai organisasi teroris.

    Baca juga: 10 Kelemahan Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang Bisa Dimanfaatkan Iran di Medan Perang

    (sya)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Infografis

    Antisipasi Perang Besar,...

    Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun

    Komentar
    Additional JS