0
News
    Home Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Greenland Spesial Venezuela

    Trump Segera Caplok Greenland Usai Invasi Venezuela: Sekitar Dua Bulan Lagi! - Viva

    4 min read

      

    Trump Segera Caplok Greenland Usai Invasi Venezuela: Sekitar Dua Bulan Lagi!

    Senin, 5 Januari 2026 - 14:30 WIB
    Oleh :

    Sumber :
    • AP Photo/Alex Brandon
    Photo Mini 1Photo Mini 2
    Share :

    Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa Greenland harus menjadi bagian dari Amerika Serikat, meskipun pemerintah Denmark menolak keras pernyataan tersebut dan menyerukan agar Washington menghentikan sikap yang dinilai mengancam sekutu.

    Baca Juga :

    Pernyataan itu disampaikan Trump pada Minggu, 4 Januari 2026, saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One dalam perjalanan menuju Washington. Trump menyebut Greenland penting bagi kepentingan keamanan nasional AS.

    "Kita membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional, dan Denmark tidak akan mampu melakukannya," kata Trump dilansir CNA, Senin.

    Baca Juga :

    Ia juga menyatakan isu Greenland akan kembali dibahas dalam waktu dekat. "Kita akan mengkhawatirkan Greenland sekitar dua bulan lagi… mari kita bicarakan Greenland dalam 20 hari," ujarnya.

    Ribuan warga Greenland turun ke jalan menolak negaranya dijual ke Trump

    Photo :
    • FB Jens-Frederik Nielsen

    Kekhawatiran Pasca Intervensi Venezuela

    Pernyataan Trump itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran internasional setelah intervensi militer AS di Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro, yang kini ditahan di New York. 

    Operasi tersebut memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah serupa Washington terhadap wilayah lain yang dianggap strategis, termasuk Greenland yang kaya mineral dan memiliki posisi penting di kawasan Arktik.

    Trump sebelumnya menyatakan Amerika Serikat akan “mengelola” Venezuela tanpa batas waktu. serta memanfaatkan cadangan minyaknya yang besar.

    Dalam wawancara telepon dengan The Atlantic, Trump ditanya mengenai implikasi operasi Venezuela terhadap Greenland. Ia mengatakan keputusan tersebut terserah pihak lain. 

    "Mereka harus melihatnya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu," katanya. Namun Trump kembali menegaskan, "Kita memang membutuhkan Greenland. Kita membutuhkannya untuk pertahanan,"

    Penolakan Denmark

    Pemerintah Denmark bereaksi keras terhadap pernyataan Trump. Perdana Menteri Mette Frederiksen menyebut klaim AS tersebut tidak masuk akal.

    "Saya harus mengatakan ini dengan sangat jelas kepada Amerika Serikat: Sungguh tidak masuk akal untuk mengatakan bahwa Amerika Serikat harus mengambil alih Greenland," kata Frederiksen dalam pernyataan resmi.

    Ia menegaskan bahwa Denmark, "demikian pula Greenland", merupakan anggota NATO dan dilindungi oleh jaminan keamanan aliansi tersebut.

    Ketegangan semakin meningkat setelah Katie Miller, mantan pejabat pemerintahan Trump dan istri penasihat senior presiden Stephen Miller, mengunggah gambar Greenland dengan warna bendera AS dan keterangan "SEGERA" di media sosial.

    Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut unggahan tersebut "tidak sopan".

    "Hubungan antarnegara dibangun atas dasar saling menghormati dan hukum internasional, bukan melalui isyarat simbolis yang mengabaikan status dan hak-hak kami," tulis Nielsen di platform X. 

    Meski demikian, ia menegaskan tidak ada alasan untuk panik. "Negara kami tidak untuk dijual, dan masa depan kami tidak ditentukan oleh unggahan media sosial," katanya.

    Duta Besar Denmark untuk Amerika Serikat Jesper Moeller Soerensen juga menanggapi unggahan tersebut dengan mengingatkan bahwa Denmark telah "secara signifikan meningkatkan upaya keamanan di kawasan Arktik" dan terus bekerja sama erat dengan Washington.

    "Kami adalah sekutu dekat dan harus terus bekerja sama sebagai sekutu," tulis Soerensen.

    Stephen Miller dikenal sebagai salah satu arsitek utama kebijakan Presiden Trump, khususnya dalam agenda imigrasi dan kebijakan domestik. 

    Sementara itu, Katie Miller sebelumnya menjabat sebagai wakil sekretaris pers di Departemen Keamanan Dalam Negeri pada masa jabatan pertama Trump, serta pernah menjadi direktur komunikasi dan sekretaris pers Wakil Presiden Mike Pence.

    Komentar
    Additional JS