0
News
    Home Amerika Serikat Berita Featured Greenland Rusia Spesial

    Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Rusia 'Menari' di Atas Konflik Eropa Vs AS? - Viva

    4 min read

     

    Sebut Greenland Bukan Bagian Alami Denmark, Rusia 'Menari' di Atas Konflik Eropa Vs AS?

    Moskow, VIVA – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Greenland bukanlah "bagian alami" dari Denmark. Ia menyebut  masalah bekas wilayah kolonial semakin akut. 

    Trump Melunak soal Greenland, Batalkan Hukuman Tarif 8 Negara Eropa

    Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menginginkan kendali penuh AS atas Greenland, wilayah otonom Denmark, karena alasan keamanan nasional. Pada hari Sabtu ia mengumumkan tarif impor dari sekutu Eropa yang menentang potensi pengambilalihan oleh AS. 

    Rusia mungkin senang  terhadap meningkatnya perpecahan AS-Eropa atas Greenland, tetapi merasa tersinggung dengan saran Trump bahwa Moskow juga berupaya mengendalikan pulau tersebut. 

    Trump Ejek Macron Pakai Kacamata Hitam di World Economy Forum Davos

    Berbicara pada konferensi pers di Moskow pada hari Selasa, 20 Januari 2026, Lavrov mengatakan Rusia tidak tertarik untuk ikut campur dalam urusan Greenland, dan Washington diklaim tahu bahwa Moskow sendiri tidak memiliki rencana untuk mengambil alih pulau tersebut. 

    "Pada prinsipnya, Greenland bukanlah bagian alami dari Denmark, bukan?" kata Lavrov. 

    PM Inggris Tegaskan Tak Goyah soal Greenland, Meski Diancam Tarif AS

    "Wilayah itu bukanlah bagian alami dari Norwegia maupun Denmark. Itu adalah penaklukan kolonial. Fakta bahwa penduduknya sekarang terbiasa dan merasa nyaman dengan wilayah itu adalah masalah lain." 

    Trump sebelumnya menyatakan bahwa kedaulatan AS atas Greenland diperlukan untuk menjamin keamanan Amerika Serikat sekaligus membatasi pengaruh Tiongkok dan Rusia di kawasan Arktik. Meski perjanjian pertahanan tahun 1951 telah memberikan akses militer AS ke Greenland, Trump menilai kesepakatan tersebut tidak lagi memadai. 

    Sebagai respons, Denmark dan sekutu-sekutu Eropanya berupaya meredakan kekhawatiran mengenai kerentanan Arktik dengan meningkatkan belanja militer dan mengirimkan kontingen kecil pasukan ke Greenland pada pekan lalu. Namun, Trump menafsirkan pengerahan pasukan itu sebagai provokasi. 

    Presiden AS kemudian mengumumkan penerapan tarif baru sebesar 10 persen terhadap seluruh barang dari delapan negara—Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—yang mengirimkan pasukan tersebut. 

    Negara-negara Eropa mengatakan pengumuman tarif Trump akan melanggar kesepakatan perdagangan yang dicapai dengan pemerintahannya tahun lalu. Para pemimpin Uni Eropa akan membahas kemungkinan pembalasan pada pertemuan puncak darurat di Brussel pada hari Kamis. (Reuters)


    Komentar
    Additional JS