Lawan Trump! Macron Desak Uni Eropa Aktifkan 'Bazoka Perdagangan' Respons Tarif AS - Viva
Davos, VIVA – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam praktik "imperialisme baru atau kolonialisme baru", sebagai kritik atas agresivitas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengenakan tarif tambahan pada negara-negara Eropa yang menentang pengambilalihan Greenland oleh AS.
Berbicara di Forum Ekonomi Dunia (World Econimic Forum/WEF) di Davos, Swiss pada Selasa, 20 Januari 2026, Macron menilai AS berusaha untuk "melemahkan dan menundukkan Eropa" dengan menuntut "konsesi maksimal" melalui pengenaan tarif yang dinilainya tidak dapat diterima – terlebih lagi ketika digunakan sebagai pengaruh untuk menekan kedaulatan teritorial Greenland dari Denmark.
Ia mendesak Uni Eropa untuk menggunakan instrumen perdagangan terkuatnya, termasuk mekanisme anti-koersi yang juga dikenal sebagai "bazoka perdagangan", guna merespons ancaman tarif baru dari Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.
- White House
"Eropa kini memiliki instrumen yang sangat kuat, dan kita harus menggunakannya ketika kita tidak dihormati dan ketika aturan main tidak dihormati. Mekanisme anti-koersi adalah instrumen yang kuat dan kita tidak boleh ragu untuk menggunakannya dalam lingkungan yang keras saat ini," kata Macron sambil mengenakan kacamata hitam karena kondisi matanya.
Pernyataan Macron muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 17 Januari bahwa ia akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari.
Tarif tersebut bahkan akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni mendatang, kecuali AS berhasil memperoleh Greenland.
Dorongan Trump untuk menguasai Greenland semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir, dengan presiden mengatakan AS akan mengambil kendali atas pulau Arktik yang luas itu "dengan cara apa pun" dan: "Sekaranglah waktunya, dan itu akan dilakukan!!!"
Trump diperkirakan akan mengunjungi Davos dan memberikan pidato pada hari Rabu.
Sebelumnya pada Selasa, Trump juga mengancam akan mengenakan tarif 200 persen terhadap anggur dan sampanye Prancis, jika Prancis tidak menerima undangannya untuk bergabung dalam inisiatif Dewan Perdamaian pimpinan AS terkait Gaza.