0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Nicolas Maduro Rusia Spesial Venezuela

    Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya - SindoNews

    4 min read

     

    Rusia Desak AS Bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Istrinya

    Minggu, 04 Januari 2026 - 09:27 WIB
    Rusia desak AS segera bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores dari tahanan Amerika. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
    A
    A
    A
    MOSKOW - Pemerintah Rusia mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dari tahanan. Desakan Moskow muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemimpin Venezuela dan istrinya ditangkap pasukan khusus Amerika selama serangan militer di ibu kota Caracas pada Sabtu dini hari.

    “Kami dengan tegas menyerukan kepada kepemimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi ini dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat dan istrinya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, menekankan perlunya menyelesaikan konfrontasi dramatis ini melalui diplomasi.

    Dalam pesan terpisah, kementerian itu mengatakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah berbicara melalui telepon dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Gomez, di mana dia menyatakan “solidaritasnya dengan rakyat Venezuela dalam menghadapi agresi bersenjata.”

    Baca Juga: Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Amerika Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

    Sumber anonim mengatakan kepada Reuters, Minggu (4/1/2026), bahwa Gomez saat ini berada di Moskow. Namun, otoritas Rusia menyangkal laporan itu, menyebutnya sebagai "berita palsu".

    "Rusia akan terus mendukung langkah yang diambil oleh kepemimpinan Bolivarian untuk membela kepentingan nasional dan kedaulatan negara," kata Kementerian Luar Negeri Rusia, sembari mendesak pengekangan dan memperingatkan bahaya tentang eskalasi lebih lanjut.

    Kedutaan Besar Rusia di Caracas mengatakan bahwa mereka beroperasi seperti biasa dan tetap menjalin kontak terus-menerus dengan otoritas Venezuela dan warga negara Rusia di negara Amerika Selatan tersebut. Mereka tidak melaporkan adanya warga negara Rusia yang terluka dalam serangan AS.

    Trump mengatakan militer Amerika melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela pada Sabtu dini hari, menambahkan bahwa Maduro dan istrinya ditangkap, bekerja sama dengan penegak hukum AS, dan sedang diterbangkan ke New York, di mana mereka menghadapi dakwaan pidana AS.

    Dalam komentarnya kepada The New York Times tak lama setelah pengumumannya, Trump memuji apa yang disebutnya sebagai "operasi yang brilian."

    "Banyak perencanaan yang baik dan banyak pasukan dan orang-orang hebat," katanya. "Sebenarnya itu adalah operasi yang brilian."

    Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan penangkapan Maduro akan mewakili "pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka."

    Menurut laporan CNN, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengatakan serangan AS berdampak pada daerah perkotaan di seluruh Venezuela, dengan rudal dan roket ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.

    Dia mengatakan pihak berwenang Venezuela saat ini sedang mencoba untuk menilai berapa banyak orang yang terluka dan tewas dalam serangan tersebut.

    “Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah diderita negara ini,” kata López, seraya bersumpah bahwa Venezuela akan menolak kehadiran pasukan asing.

    Serangan AS terhadap Venezuela dan penangkapan Maduro terjadi setelah berbulan-bulan Amerika Serikat secara dramatis meningkatkan kehadiran militernya di Karibia, mengumpulkan ribuan pasukan dan lebih dari selusin kapal perang di wilayah tersebut.

    Sejak September, pasukan AS telah melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang menurut pemerintahan Trump terlibat dalam perdagangan narkoba di Karibia dan Pasifik timur.

    Namun Trump juga berulang kali mengindikasikan bahwa dia tertarik pada perubahan rezim di Venezuela, menuduh pihak berwenang di Caracas melakukan “terorisme narkoba” dan mencuri ladang minyak AS.

    Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Sabtu, Trump mengatakan AS akan sangat terlibat dalam industri minyak Venezuela setelah operasi penangkapan Maduro.
    (mas)
    Komentar
    Additional JS