0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Ukraina

    Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal Balistik Terbaru, Sebut Balasan atas Serangan ke Rumah Putin - Kompas TV

    3 min read

     

    Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal Balistik Terbaru, Sebut Balasan atas Serangan ke Rumah Putin

    Kompas.tv - 10 Januari 2026, 19:38 WIB

    Sebuah bangunan tempat tinggal terbakar setelah serangan Rusia di Kyiv, Ukraina, Jumat (9/1/2026). (Sumber: AP Photo/Efrem Lukatsky)

    MOSKOW, KOMPAS.TV - Rusia dilaporkan membombardir Ukraina dengan rudal balistik terbaru dalam serangan teranyarnya.

    Para pejabat Ukraina, Jumat (9/1/2026), mengatakan Rusia melakukan bombardir skala besar menggunakan ratusan drone dan puluhan rudal pada malam sebelumnya.

    Setidaknya empat orang dilaporkan tewas dan 25 orang lainnya terluka di Ibu Kota Kyiv, setelah serangan-serangan Rusia mengenai gedung-gedung apartemen.

    Menurut Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko, setengah dari gedung-gedung apartemen di Kyiv yang ditutupi salju, tidak memiliki pemanas meski suhu berada di kisaran minus delapan derajat Celsius.

    Dilansir Associated Press, ini menjadi yang kedua kalinya Rusia menggunakan rudal hipersonik baru terkuat dalam perang yang sudah berlangsung nyaris empat tahun tersebut.

    Berdasarkan serpihan yang ditemukan wilayah Lviv, Badan Keamanan Ukraina menduga rudal yang ditembakkan adalah Oreshnik.

    Ukraina mengatakan rudal tersebut ditembakkan dari lokasi uji coba Kapustin Yar, Rusia di dekat Laut Kaspia dan menargetkan infrastruktur sipil.

    Moskow tidak mengatakan lokasi yang dihantam Oreshnik. Tapi media dan bloger-bloger Rusia mengatakan rudal tersebut menargetkan fasilitas penyimpanan gas alam bawah tanah di wilayah Lviv.

    Rusia dilaporkan pertama kali menggunakan rudal Oreshnik untuk menyerang Kota Dnipro pada November 2024.

    Sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan serangan itu adalah balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan drone ke salah satu rumah Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Ukraina telah membantah klaim Rusia tersebut.

    Atas gempuran Rusia tersebut, Ukraina pun mencari dukungan internasional.

    Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan-tindakan internasional untuk merespons penggunaan rudal Oreshnik oleh Rusia, termasuk meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, dan pertemuan Dewan NATO-Ukraina.

    Komentar
    Additional JS