Netanyahu Puji Trump dan AS Usai Penangkapan Nicolas Maduro: Operasi Brilian! - Viva
Netanyahu Puji Trump dan AS Usai Penangkapan Nicolas Maduro: Operasi Brilian!
- NBC News
Tel Aviv, VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Amerika Serikat (AS) dan Presiden Donald Trump menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer AS yang digelar Jumat-Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.
Dalam pernyataannya pada pembukaan rapat kabinet Minggu, Netanyahu menyatakan dukungan penuh pemerintah Israel terhadap langkah Washington di Venezuela.
"Mengenai Venezuela, saya ingin menyampaikan dukungan seluruh pemerintah atas keputusan tegas dan tindakan kuat Amerika Serikat untuk memulihkan kebebasan dan keadilan di wilayah dunia tersebut," kata Netanyahu dilansir CBS News, 5 Januari 2026.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap
- Ist
Selain pernyataan resmi tersebut, Netanyahu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Trump melalui media sosial. Ia memuji kepemimpinan Presiden AS yang disebutnya "berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan," serta menyanjung tindakan militer AS sebagai "operasi brilian yang dilakukan oleh para prajurit pemberani,"
Penangkapan Maduro
Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer kilat yang dilancarkan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Operasi tersebut melibatkan serangan udara terbatas untuk melumpuhkan sistem pertahanan Venezuela, diikuti pengerahan pasukan khusus ke kompleks kepresidenan di Caracas.
Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diamankan dan dibawa keluar dari Venezuela dalam waktu kurang dari tiga jam sejak operasi dimulai.
Maduro kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum terkait tuduhan keterlibatannya dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional, yang selama ini dibantah oleh pemerintah Venezuela.
Penangkapan tersebut memicu reaksi keras dan beragam dari komunitas internasional. Sejumlah negara mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara negara-negara sekutu Washington menyatakan dukungan atau menyebut langkah itu sebagai upaya menegakkan hukum dan stabilitas regional.
Dukungan terbuka Israel menambah daftar sekutu AS yang menyambut positif operasi tersebut. Namun, langkah Washington juga menuai kritik tajam dari beberapa negara Amerika Latin dan organisasi internasional yang mempertanyakan legalitas serta dampak kemanusiaan dari operasi militer tersebut.
Situasi di Venezuela kini berada dalam ketidakpastian politik, dengan Wakil Presiden Delcy Rodríguez menjabat sebagai pemimpin sementara dan menyerukan dialog serta hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat.