0
News
    Home Amerika Serikat Benjamin Netanyahu Berita Featured Netanyahu Nicolas Maduro Spesial

    Netanyahu Puji Trump dan AS Usai Penangkapan Nicolas Maduro: Operasi Brilian! - Viva

    3 min read

     

    Netanyahu Puji Trump dan AS Usai Penangkapan Nicolas Maduro: Operasi Brilian!

    Senin, 5 Januari 2026 - 12:40 WIB
    Oleh :. 
    Sumber :
    • NBC News
    Photo Mini 1Photo Mini 2
    Share :

    Tel Aviv, VIVA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Amerika Serikat (AS) dan Presiden Donald Trump menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer AS yang digelar Jumat-Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.

    Baca Juga :

    Dalam pernyataannya pada pembukaan rapat kabinet Minggu, Netanyahu menyatakan dukungan penuh pemerintah Israel terhadap langkah Washington di Venezuela.

    "Mengenai Venezuela, saya ingin menyampaikan dukungan seluruh pemerintah atas keputusan tegas dan tindakan kuat Amerika Serikat untuk memulihkan kebebasan dan keadilan di wilayah dunia tersebut," kata Netanyahu dilansir CBS News, 5 Januari 2026.

    Baca Juga :

    Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap

    Photo :
    • Ist

    Selain pernyataan resmi tersebut, Netanyahu juga menyampaikan ucapan selamat kepada Trump melalui media sosial. Ia memuji kepemimpinan Presiden AS yang disebutnya "berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan," serta menyanjung tindakan militer AS sebagai "operasi brilian yang dilakukan oleh para prajurit pemberani,"

    Baca Juga :

    Penangkapan Maduro

    Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap oleh pasukan Amerika Serikat dalam sebuah operasi militer kilat yang dilancarkan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Operasi tersebut melibatkan serangan udara terbatas untuk melumpuhkan sistem pertahanan Venezuela, diikuti pengerahan pasukan khusus ke kompleks kepresidenan di Caracas.

    Maduro dan istrinya, Cilia Flores, diamankan dan dibawa keluar dari Venezuela dalam waktu kurang dari tiga jam sejak operasi dimulai.

    Maduro kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum terkait tuduhan keterlibatannya dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional, yang selama ini dibantah oleh pemerintah Venezuela.

    Penangkapan tersebut memicu reaksi keras dan beragam dari komunitas internasional. Sejumlah negara mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan, sementara negara-negara sekutu Washington menyatakan dukungan atau menyebut langkah itu sebagai upaya menegakkan hukum dan stabilitas regional. 

    Dukungan terbuka Israel menambah daftar sekutu AS yang menyambut positif operasi tersebut. Namun, langkah Washington juga menuai kritik tajam dari beberapa negara Amerika Latin dan organisasi internasional yang mempertanyakan legalitas serta dampak kemanusiaan dari operasi militer tersebut.

    Situasi di Venezuela kini berada dalam ketidakpastian politik, dengan Wakil Presiden Delcy Rodríguez menjabat sebagai pemimpin sementara dan menyerukan dialog serta hidup berdampingan secara damai dengan Amerika Serikat.

    Presiden AS Donald Trump.
    Komentar
    Additional JS