Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah - SindoNews
Memanas, Iran Nyatakan Wilayah Udara Hormuz Berbahaya, Perang Bisa Pecah
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Rabu, 28 Januari 2026 - 06:27 WIB
Jalur lintasan drone Iran saat terbang di atas kapal induk AS USS Abraham Lincoln. Foto/x
TEHERAN - Iran mengeluarkan Pemberitahuan kepada Penerbang (NOTAM) yang memperingatkan aktivitas militer dengan tembakan langsung di wilayah udara dekat Selat Hormuz. Ini menandakan peningkatan kesiapan militer di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan peningkatan penempatan militer Amerika di seluruh Timur Tengah.
Menurut NOTAM tersebut, pasukan Iran akan melakukan latihan tembakan langsung antara 27 Januari dan 29 Januari dalam radius lima mil laut di sekitar Selat Hormuz yang sangat penting secara strategis. Pemberitahuan tersebut menyatakan wilayah udara dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki akan dibatasi dan dianggap berbahaya selama latihan berlangsung.
Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan maritim paling penting di dunia, dengan sekitar 21 juta barel minyak melewatinya setiap hari, mewakili hampir 37 persen perdagangan minyak melalui laut global, menurut data energi dan pengiriman yang dikutip media Iran.
Latihan Militer AS dan Pengerahan Regional
Peringatan wilayah udara Iran muncul bersamaan dengan pengumuman Komando Pusat Angkatan Udara AS (AFCENT) tentang latihan kesiapan multi-hari di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS. Latihan ini bertujuan mendemonstrasikan kemampuan pengerahan dan dukungan cepat di tengah apa yang digambarkan pejabat AS sebagai meningkatnya ketidakstabilan regional.
Pada saat yang sama, Amerika Serikat telah secara signifikan memperluas jejak militernya di kawasan tersebut. Kapal induk USS Abraham Lincoln, yang didampingi beberapa kapal perusak rudal berpemandu yang mampu meluncurkan rudal jelajah Tomahawk, telah memasuki perairan Timur Tengah, menurut laporan media AS dan Israel.
Pejabat AS juga mengkonfirmasi pengerahan jet tempur F-15E ke pangkalan di Yordania, bersamaan dengan transfer sistem pertahanan udara Patriot dan THAAD untuk melindungi pasukan Amerika dan instalasi sekutu dari potensi serangan balasan.
Washington telah menegaskan kembali bahwa “semua opsi tetap terbuka” dalam menghadapi Teheran, karena AS dan Israel terus secara terbuka membahas upaya untuk menekan atau mengubah sistem pemerintahan Iran.
Iran ‘Siap Sepenuhnya’ untuk Konfrontasi Apa Pun
Para pejabat Iran menanggapi dengan menekankan kesiapan militer sambil tetap menyatakan diplomasi tetap menjadi jalur pilihan mereka. Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan pada hari Selasa bahwa Iran “siap sepenuhnya” untuk potensi perang apa pun, menekankan negara tersebut telah menghadapi ancaman serupa di masa lalu.
“Ini bukan pertama kalinya kita menghadapi ancaman seperti itu. Kita sebelumnya telah mengalami perang multi-tahap,” ujar Mohajerani dalam konferensi pers di Teheran, merujuk pada periode konflik regional dan sanksi sebelumnya.
Ia mengakui meningkatnya ketegangan yang dipicu liputan media asing dan pergerakan militer, tetapi menegaskan Iran berupaya menyelesaikan tantangan internal dan eksternalnya melalui dialog.
“Kami percaya krisis ini harus diselesaikan dengan berdialog dengan rakyat dan mengakui tuntutan sah mereka,” katanya, menambahkan pemerintah telah mengadopsi pendekatan yang berbeda terhadap protes baru-baru ini, termasuk keterlibatan dengan demonstran damai dan penyelidikan terhadap kekerasan.
Mohajerani juga menyinggung pembatasan internet yang sedang berlangsung, dengan mengatakan keputusan terkait ancaman keamanan diambil Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Ia mencatat meskipun Presiden Masoud Pezeshkian mendukung pelonggaran pembatasan, pertimbangan keamanan saat ini menjadi panduan dalam pengambilan keputusan tersebut.
Baca juga: Kawanan Drone Iran Bisa Hancurkan Kelompok Serang Kapal Induk AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

Perang Pecah, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Thailand vs Kamboja