Iran Kirim Surat Resmi ke Dewan Keamanan PBB, Teheran Tegaskan Hak Membela Diri - Tribunnews.
Iran Kirim Surat Resmi ke Dewan Keamanan PBB, Teheran Tegaskan Hak Membela Diri - Tribunnews.com
Ringkasan Berita:
- Iran meminta Dewan Keamanan PBB bertindak atas ancaman Amerika Serikat yang dinilai melanggar Piagam PBB.
- Uni Eropa menyiapkan sanksi baru terhadap Iran dan mendorong penetapan IRGC sebagai organisasi teroris.
- Ketegangan ini mendorong kenaikan harga minyak dunia karena kekhawatiran gangguan pasokan.
TRIBUNNEWS.COM - Iran secara resmi menyerukan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak atas ancaman Amerika Serikat.
Permintaan itu disampaikan melalui surat Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani.
Ia menilai pernyataan Presiden AS Donald Trump sebagai ancaman nyata terhadap kedaulatan Iran.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa “armada besar” Amerika Serikat sedang menuju Iran.
Iran menyebut pernyataan itu sebagai pelanggaran langsung terhadap Piagam PBB yang melarang ancaman penggunaan kekuatan.
Surat tersebut menjadi yang keenam dikirim Iran ke PBB sejak meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington.
Iran Tegaskan Hak Membela Diri
Dalam suratnya, Iran menyatakan bahwa ancaman AS bukanlah insiden terisolasi.
Teheran menilai ancaman tersebut bagian dari pola tekanan, intimidasi, dan tindakan destabilisasi yang terus dilakukan Amerika Serikat.
Iran menegaskan kembali haknya untuk membela diri sesuai hukum internasional.
Pemerintah Iran menyatakan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan, wilayah, dan rakyatnya.
Iran juga meminta Dewan Keamanan dan pimpinan PBB untuk menolak segala bentuk ancaman atau penggunaan kekuatan oleh AS.
Baca juga: Prancis Dukung Usul Italia Agar Uni-Eropa Masukkan Garda Revolusi Iran ke Daftar Organisasi Teroris
Uni Eropa Dorong Penetapan IRGC sebagai Organisasi Teroris
Di Eropa, tekanan terhadap Iran juga meningkat.
Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola menyerukan agar Uni Eropa menetapkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai kewajiban moral untuk merespons penindasan terhadap demonstran Iran.
Metsola mengatakan jutaan warga Iran berharap Eropa bertindak tegas dan tidak membiarkan pelaku kekerasan lolos dari tanggung jawab.
Sanksi Baru Uni Eropa Disiapkan
Para menteri luar negeri Uni Eropa dijadwalkan membahas sanksi baru terhadap Iran di Brussels.
Sanksi tersebut mencakup larangan perjalanan dan pembekuan aset terhadap pejabat yang terlibat dalam penindasan demonstrasi.
Prancis menyatakan telah mencabut keberatannya terhadap rencana penetapan IRGC sebagai organisasi teroris.
Langkah itu membuka jalan bagi keputusan bersama negara-negara anggota Uni Eropa.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan sanksi baru akan segera diberlakukan.
Ia menegaskan bahwa jalur diplomasi tetap terbuka meskipun tekanan terhadap Iran meningkat.
Harga Minyak Naik Akibat Ketegangan AS–Iran
Ketegangan geopolitik berdampak langsung pada pasar energi global.
Harga minyak dunia naik untuk hari ketiga berturut-turut.
Minyak mentah Brent naik 1,5 persen menjadi 69,39 dolar AS per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,7 persen menjadi 64,27 dolar AS per barel.
Baca juga: Trump Isyarat Perang Terbuka: Siapkan Operasi Serangan Terarah, Bidik Elite Tinggi Iran
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan jika konflik AS–Iran meningkat.
Situasi Masih Dinamis
Hingga kini, Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi atas surat Iran ke Dewan Keamanan PBB.
Ketegangan antara kedua negara terus dipantau dunia internasional.
Analis menilai eskalasi lebih lanjut berpotensi memicu instabilitas kawasan Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)