0
News
    Home Donald Trump Featured Gustavo Petro Narkoba Spesial

    Gustavo Petro Gerah Dituduh Pengedar Narkoba: Setop Fitnah Saya, Tuan Trump! - Viva

    3 min read

     

    Gustavo Petro Gerah Dituduh Pengedar Narkoba: Setop Fitnah Saya, Tuan Trump!

    Senin, 5 Januari 2026 - 17:30 WIB
    Oleh :


    :

    Viva.co.id – Presiden Kolombia Gustavo Petro mengecam keras pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Kolombia, menyusul komentar Trump yang menuduh Petro terlibat dalam perdagangan narkoba.

    Baca Juga :

    Trump melontarkan ancaman tersebut saat berbicara kepada wartawan di atas Air Force One pada Minggu malam. Ia menyamakan Kolombia dengan Venezuela, yang sebelumnya menjadi sasaran intervensi militer AS, dan menyebut negara itu "sangat sakit" serta dipimpin oleh "orang sakit yang membuat dan menjual kokain ke Amerika Serikat."

    Ketika ditanya apakah Amerika Serikat akan melakukan intervensi militer serupa terhadap Kolombia, Trump menjawab, "Kedengarannya bagus bagi saya." Ia juga menuduh, tanpa menyertakan bukti, bahwa Kolombia bertanggung jawab atas kematian banyak orang akibat perdagangan narkoba.

    Baca Juga :

    Respons Tegas Petro

    Petro dengan cepat membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa namanya tidak pernah muncul dalam catatan pengadilan mana pun.

    Baca Juga :

    "Hentikan fitnah terhadap saya, Tuan Trump," tulis Petro dalam unggahan di media sosial. Ia menyebut pernyataan Trump sebagai bentuk ancaman yang tidak pantas terhadap seorang presiden Amerika Latin.

    "Bukan seperti itu cara mengancam seorang presiden Amerika Latin yang lahir dari perjuangan bersenjata dan kemudian dari perjuangan rakyat Kolombia untuk perdamaian," kata Petro.

    Dalam unggahan lanjutan pada hari yang sama, Petro menegaskan penolakannya terhadap pendekatan militer. “Teman tidak boleh mengebom,” tulisnya, merujuk pada hubungan historis Kolombia dan Amerika Serikat sebagai mitra.

    Petro juga mengkritik keras operasi militer pemerintahan Trump di kawasan Amerika Latin, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, yang ia sebut sebagai tindakan "tanpa dasar hukum".

    Sikap Petro tersebut sejalan dengan pernyataan resmi pemerintah Kolombia. Kementerian Luar Negeri Kolombia menyebut ancaman Trump sebagai "campur tangan yang tidak dapat diterima" dan menuntut agar Amerika Serikat menghormati kedaulatan negara tersebut. 

    Sebelumnya, pasukan AS menyerang instalasi sipil dan militer di Venezuela dan beberapa negara bagian, dan kemudian menyatakan keadaan darurat nasional.

    Presiden AS Donald Trump mengkonfirmasi serangan "berskala besar" tersebut, dan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan diterbangkan keluar negeri. Mereka telah dibawa ke pusat penahanan di New York.

    Serangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan tekanan AS yang meningkat terhadap Maduro, yang dituduh Washington terlibat dalam perdagangan narkoba. Pemimpin Venezuela itu membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berdialog.

    Komentar
    Additional JS