Trump Buka Peluang Serang Kolombia, Alasannya karena Dipimpin "Orang Sakit" - Viva
Trump Buka Peluang Serang Kolombia, Alasannya karena Dipimpin "Orang Sakit"
- AFP
Washington, VIVA – Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak mengesampingkan kemungkinan Amerika Serikat melakukan operasi militer ke Kolombia untuk menumpas produksi kokain di sana.
"Kolombia juga sangat sakit, dipimpin orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat, dan dia tidak akan melakukannya untuk waktu yang lama, percayalah. Dia punya pabrik kokain dan pabrik kokain,” kata Trump merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan pidato Rabu malam
- Reuters
Kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu, Januari 2026, Trump juga menyebut gagasan melakukan operasi militer di Kolombia "terdengar sangat bagus."
Pada Sabtu, Trump mengumumkan bahwa pasukan AS telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela dan menangkap Presiden Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores.
Trump juga mengatakan AS akan "mengelola" Venezuela hingga transisi pemerintahan berlangsung dengan aman dan memperbaiki infrastruktur minyak negara Amerika Selatan itu yang disebutnya "rusak."
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan serangan skala besar ke Venezuela.
Trump juga mengumumkan bahwa Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dibawa ke luar Venezuela.
Jaksa Agung AS Pamela Bondi mengatakan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan segera menjalani persidangan di Pengadilan Distrik Selatan New York.
Trump juga mengatakan pihaknya bakal mengelola kilang minyak Venezuela usai menangkap Nicolas Maduro di Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Ia menyatakan bahwa Amerika akan “menjalankan” Venezuela untuk sementara waktu setelah serangan militer AS berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam konferensi pers, menyusul operasi militer besar yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela pada Minggu 4 Januari 2026.
Trump mengatakan Amerika akan mengelola Venezuela hingga tercapai transisi kekuasaan yang aman, tertib, dan dianggap sah. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat akan masuk ke Venezuela untuk memperbaiki infrastruktur minyak yang selama ini disebutnya rusak dan tidak produktif.
Trump menilai industri minyak Venezuela telah lama mengalami kegagalan pengelolaan. Ia menyebut perusahaan minyak AS akan menginvestasikan miliaran dolar untuk memperbaiki fasilitas produksi dan distribusi, sekaligus menghidupkan kembali sektor energi negara tersebut. Trump mengklaim langkah ini akan menghasilkan keuntungan bagi rakyat Venezuela dan juga Amerika Serikat.
Venezuela sendiri memiliki cadangan minyak mentah yang sangat besar, sekitar 303 miliar barel, atau hampir 20 persen dari total cadangan minyak dunia. Hal ini menjadikan negara tersebut sebagai salah satu target strategis dalam kebijakan energi global Amerika.
Namun hingga kini belum jelas bagaimana mekanisme Amerika Serikat dalam “menjalankan” Venezuela. Trump hanya menyebut bahwa pengelolaan sementara akan dilakukan oleh sebuah kelompok, tanpa merinci siapa saja yang terlibat. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio telah melakukan komunikasi dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez.
Presiden AS Donald Trump sebelum bertolak dengan Marine One di White House.
- White House
Trump mengklaim Rodríguez bersedia melakukan apa pun yang diminta Amerika Serikat. Pernyataan ini langsung dibantah oleh Delcy Rodríguez melalui siaran televisi pemerintah Venezuela. Ia menegaskan bahwa Nicolás Maduro tetap merupakan satu-satunya presiden sah Venezuela dan pemerintah siap mempertahankan kedaulatan negara. (ant)