0
News
    Home Dunia Internasional Featured Iran Spesial

    Demonstrasi Besar Buntut Kekerasan Aparat di Iran, Aktivis Sebut 35 Orang Tewas - Kompas TV

    2 min read

     

    Demonstrasi Besar Buntut Kekerasan Aparat di Iran, Aktivis Sebut 35 Orang Tewas

    Kompas.tv - 6 Januari 2026, 17:19 WIB

    Demonstrasi di jalanan Teheran, Iran, Senin (29/12/2025). (Sumber: Fars News Agency via AP)

    TEHERAN, KOMPAS.TV - Demonstrasi besar-besaran di Iran dilaporkan telah menewaskan setidaknya 35 orang hingga Selasa (6/1/2025).

    Jumlah korban itu dilaporkan oleh lembaga Human Rights Activists News Agency yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

    Lembaga itu juga menyatakan lebih dari 1.200 orang telah ditahan sejak awal demonstrasi pada pekan lalu.

    Menurut lembaga itu, demonstrasi di Iran telah meluas di 250 lokasi.

    Sedangkan korban tewas terdiri dari 29 demonstran, empat anak, dan dua personel keamanan.

    Associated Press melaporkan, Human Rights Activists News Agency mengumpulkan data dari jejaring aktivis di Iran. Laporan lembaga tersebut diketahui akurat dalam kerusuhan di Iran sebelumnya.

    Kerusuhan di Iran meluas usai tindakan kekerasan aparat di Malekshahi, Provinsi Ilam, yang berjarak sekitar 515 km di barat daya Teheran. 

    Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan, pihaknya akan mengusut tuntas tindak kekerasan aparat tersebut.

    Pezeshkian mengaku telah menugaskan Kementerian Dalam negeri untuk membentuk tim khusus guna investigasi.

    Dalam video yang beredar di media sosial, polisi anti huru-hara menggerebek sebuah rumah sakit di Provinsi Ilam. Aktivis menyebut polisi menggerebek rumah sakit untuk mencari demonstran.

    Kantor berita Iran, Fars melaporkan demonstran membawa senjata api dan granat.

    Kepemilikan senjata api diketahui lebih umum di wilayah barat Iran, tetapi pemerintah belum menyampaikan bukti pendukung dugaan tersebut.

    Demonstrasi yang meluas belakangan ini di Iran menjadi kerusuhan terbesar di negara itu sejak demonstrasi tentang kematian Mahsa Amini pada 2022.

    Komentar
    Additional JS