0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Spesial Venezuela

    Bahas Masa Depan Venezuela, Trump Gelar Pertemuan dengan Raja-raja Minyak AS - SindoNews

    3 min read

     

    Bahas Masa Depan Venezuela, Trump Gelar Pertemuan dengan Raja-raja Minyak AS

    Rabu, 07 Januari 2026 - 22:00 WIB

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FOTO/AP
    A
    A
    A
    JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan menggelar pertemuan dengan para kepala eksekutif perusahaan minyak dan gas (migas) AS di Gedung Putih pada Jumat waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas peluang masuk kembali ke Venezuela dan rencana menghidupkan kembali produksi minyak mentah negara tersebut yang selama dua dekade terakhir terpuruk akibat krisis politik dan ekonomi.

    Sejumlah sumber menyebutkan, pertemuan itu akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi kabinet, di antaranya Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum. Agenda ini dipandang sebagai langkah penting Trump untuk mendorong perusahaan migas AS kembali berinvestasi di Venezuela, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, meski masih diliputi ketidakpastian politik.

    "Perusahaan minyak akan mencari jaminan keamanan. Mereka juga menginginkan kepastian garis waktu politik dari Gedung Putih, termasuk pemilu yang memulihkan pemerintahan yang menghormati supremasi hukum," ujar seorang sumber yang mengetahui rencana pertemuan tersebut.

    Baca Juga: Lee dan Xi Bertemu di Beijing, China-Korsel Pulihkan Kerja Sama Dagang

    Menurut sumber-sumber yang dikutip media Politico, industri migas sejauh ini masih enggan menggelontorkan investasi bernilai miliaran dolar ke Venezuela. Ketidakstabilan politik, risiko penyitaan aset, serta belum jelasnya arah transisi pemerintahan di Caracas menjadi pertimbangan utama para investor.

    Salah satu jaminan yang dinilai krusial bagi industri adalah adanya kepastian proses pemulihan pemerintahan yang dipilih secara demokratis. Namun, isu tersebut belum secara eksplisit menjadi prioritas dalam pernyataan-pernyataan publik Trump terkait kebijakan Venezuela.

    Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait agenda pertemuan tersebut. Sementara itu, juru bicara Departemen Energi AS Ben Dietderich menyatakan Menteri Energi Chris Wright tetap menjalin komunikasi intensif dengan perusahaan migas AS dan dijadwalkan bertemu sejumlah eksekutif industri di sela konferensi investor energi di Miami.



    Pembahasan Venezuela juga berlangsung di tengah eskalasi situasi politik di negara Amerika Latin itu, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro oleh militer AS. Trump juga sebelumnya melontarkan ancaman terhadap Delcy Rodríguez, tokoh dekat Maduro yang kini memimpin pemerintahan di Caracas.

    Baca Juga: Maduro Tumbang dan Kerusuhan di 88 Kota, Rezim Khamenei Ketar-ketir

    Pemerintah AS pada Selasa menyatakan akan menjual minyak Venezuela yang disita dari perusahaan minyak negara Petróleos de Venezuela. Trump bahkan mengumumkan rencana penyerahan 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela kepada AS untuk dijual dengan harga pasar.

    Analis pasar minyak dari Lipow Oil Associates, Andrew Lipow, menilai langkah tersebut berpotensi memicu pergeseran geopolitik energi. Pasokan minyak berat Venezuela ke Pantai Teluk AS dapat menggeser minyak mentah Kanada dan mendorong Kanada mengalihkan ekspornya ke China.

    Sementara itu, Presiden dan CEO ARC Resources Kanada Terry Anderson menilai dampak langsung terhadap ekspor minyak Kanada masih terlalu dini untuk disimpulkan. Ia sejalan dengan pernyataan Perdana Menteri Mark Carney yang menegaskan minyak mentah Kanada tetap memiliki risiko lebih rendah dibandingkan sumber pasokan lain.
    (nng)
    Komentar
    Additional JS