0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured Jepang Lintas Peristiwa Spesial

    Badai Salju Paksa 7.000 Orang Bermalam di Bandara Jepang, Ratusan Berlindung di Kereta Bawah Tanah - Viva

    3 min read

     

    Badai Salju Paksa 7.000 Orang Bermalam di Bandara Jepang, Ratusan Berlindung di Kereta Bawah Tanah


    Tokyo, VIVA – Sekitar 7.000 orang terjebak di Bandara New Chitose Hokkaido pada hari Minggu, 25 Januari 2026, setelah puluhan penerbangan dibatalkan akibat badai salju. Pengelola bandara, Hokkaido Airports Co, mencatat sedikitnya 56 penerbangan terpaksa dibatalkan akibat cuaca ekstrem tersebut.

    10 Warga New York Ditemukan Tewas Akibat Badai Musim Dingin

    Lumpuhnya transportasi udara diperparah dengan gangguan pada moda transportasi darat. Lebih dari 500 layanan kereta api, termasuk jalur menuju Bandara New Chitose serta rute penghubung antara Sapporo dengan Asahikawa dan Hakodate, dibatalkan pada hari yang sama karena tumpukan salju harus dibersihkan dari rel.

    Penyedia layanan kereta api JR Hokkaido menyatakan bahwa pembatalan tersebut berdampak pada sekitar 130.000 penumpang. Hingga Senin, layanan kereta di wilayah Hokkaido dilaporkan belum sepenuhnya kembali normal.

    Tak Hanya Cantik, Tokyo Juga Menyimpan Sisi Gelap yang Bikin Bulu Kuduk Berdiri

    Otoritas setempat melaporkan curah salju ekstrem di wilayah tersebut. Di Kota Sapporo, salju yang turun mencapai 54 sentimeter dalam kurun 24 jam hingga Minggu pukul 19.00 waktu setempat, menjadikannya rekor tertinggi sepanjang Januari.

    Akibat kondisi tersebut, sebuah jalur bawah tanah di dekat Stasiun Sapporo dibuka semalaman untuk menampung warga yang kesulitan pulang. Hingga Senin pukul 05.30 pagi, sebanyak 340 orang tercatat berlindung di lokasi tersebut.

    China Peringatkan Warganya Tidak Melancong ke Jepang saat Libur Imlek

    Sementara itu, delapan orang dilaporkan sempat hilang pada Minggu, saat menuruni sebuah gunung di Hirakawa, Prefektur Aomori, menggunakan kendaraan salju. Mereka berhasil ditemukan pada Senin pagi sekitar pukul 09.40.

    Pihak kepolisian memastikan tidak ada laporan cedera maupun penurunan kondisi kesehatan di antara delapan orang tersebut. Menurut keterangan polisi setempat, mereka merupakan penggemar kendaraan salju asal wilayah timur laut Jepang yang meninggalkan rumah pada Minggu pagi.

    Salah satu dari mereka sempat menghubungi keluarga dan menyampaikan posisi berada di sebuah peternakan sebelum komunikasi terputus sementara. (kyodo)
     


    Komentar
    Additional JS