AS Serang Venezuela, Trump Klaim Berhasil Tangkap Presiden Maduro dan Istri - SindoNews
2 min read
AS Serang Venezuela, Trump Klaim Berhasil Tangkap Presiden Maduro dan Istri
Sabtu, 03 Januari 2026 - 17:24 WIB
Presiden AS Donald Trump klaim Pasukan Delta AS tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Foto/X/@usanewshq
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan AS telah melakukan "serangan besar-besaran terhadap Venezuela" dan "menangkap pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro" dan istrinya.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar negeri," katanya dilansir CNN.
"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detail akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" Presiden DONALD J. TRUMP." Maduro didakwa di pengadilan Amerika atas tuduhan Terorisme narkoba pada tahun 2020.
Sementara itu, CBS News melaporkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap pada Sabtu pagi oleh anggota Pasukan Delta, unit misi khusus terbaik militer AS. Pasukan Delta Angkatan Darat yang elit juga bertanggung jawab atas misi tahun 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan pengerahan pasukan militer di seluruh negeri dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial pada Sabtu pagi, setelah militer AS melakukan serangan di negara tersebut.
Menteri pertahanan menyerukan front perlawanan yang bersatu dalam menghadapi "agresi terburuk" yang pernah terjadi terhadap Venezuela. Ia mengatakan semua angkatan bersenjata akan dikerahkan mengikuti "perintah Maduro" — tetapi tidak menyebutkan penangkapan Maduro yang dilaporkan.
"Mereka telah menyerang kita tetapi mereka tidak akan menundukkan kita," katanya.
Baca Juga: Venezuela Tuding AS Melakukan Agresi Militer yang Sangat Serius
Ia menyerukan ketenangan dan persatuan, dan memperingatkan terhadap anarki dan kekacauan, dengan mengingatkan: "jangan sampai kita menyerah pada kepanikan yang ingin ditanamkan musuh."
Sebelumnya, Padrino López mengatakan serangan AS pada hari Sabtu berdampak pada daerah perkotaan di seluruh Venezuela dengan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.
Ia mengatakan Venezuela saat ini sedang mengumpulkan informasi tentang jumlah orang yang tewas dan terluka, dan mengkonfirmasi bahwa instalasi militer Fort Tiuna di Caracas diserang.
Lopez menegaskan negara itu akan menolak kehadiran pasukan asing di negara tersebut.
“Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah diderita negara ini,” tambahnya.
"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan besar-besaran terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang telah ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar negeri," katanya dilansir CNN.
"Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detail akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!" Presiden DONALD J. TRUMP." Maduro didakwa di pengadilan Amerika atas tuduhan Terorisme narkoba pada tahun 2020.
Sementara itu, CBS News melaporkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro ditangkap pada Sabtu pagi oleh anggota Pasukan Delta, unit misi khusus terbaik militer AS. Pasukan Delta Angkatan Darat yang elit juga bertanggung jawab atas misi tahun 2019 yang menewaskan mantan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino López mengumumkan pengerahan pasukan militer di seluruh negeri dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial pada Sabtu pagi, setelah militer AS melakukan serangan di negara tersebut.
Menteri pertahanan menyerukan front perlawanan yang bersatu dalam menghadapi "agresi terburuk" yang pernah terjadi terhadap Venezuela. Ia mengatakan semua angkatan bersenjata akan dikerahkan mengikuti "perintah Maduro" — tetapi tidak menyebutkan penangkapan Maduro yang dilaporkan.
"Mereka telah menyerang kita tetapi mereka tidak akan menundukkan kita," katanya.
Baca Juga: Venezuela Tuding AS Melakukan Agresi Militer yang Sangat Serius
Ia menyerukan ketenangan dan persatuan, dan memperingatkan terhadap anarki dan kekacauan, dengan mengingatkan: "jangan sampai kita menyerah pada kepanikan yang ingin ditanamkan musuh."
Sebelumnya, Padrino López mengatakan serangan AS pada hari Sabtu berdampak pada daerah perkotaan di seluruh Venezuela dengan rudal dan roket yang ditembakkan dari helikopter tempur Amerika.
Ia mengatakan Venezuela saat ini sedang mengumpulkan informasi tentang jumlah orang yang tewas dan terluka, dan mengkonfirmasi bahwa instalasi militer Fort Tiuna di Caracas diserang.
Lopez menegaskan negara itu akan menolak kehadiran pasukan asing di negara tersebut.
“Invasi ini merupakan penghinaan terbesar yang pernah diderita negara ini,” tambahnya.
(ahm)