AS Kembalikan Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Disita - SindoNews
AS Kembalikan Kapal Tanker Minyak Venezuela yang Disita
Kamis, 29 Januari 2026 - 19:25 WIB
Kapal tanker super berbendera Panama M/T Sophia. Foto/US Southern Command
WASHINGTON - Amerika Serikat menyerahkan kembali kepada Venezuela satu kapal tanker minyak yang disita awal bulan ini. Kabar itu dilaporkan Reuters pada hari Rabu, mengutip dua pejabat Amerika yang berbicara dengan syarat anonim.
Para pejabat tersebut tidak memberikan alasan untuk mengembalikan kapal tersebut, yang mereka identifikasi sebagai kapal tanker super berbendera Panama M/T Sophia, yang dicegat Penjaga Pantai AS dan pasukan militer pada 7 Januari saat membawa minyak. Pada saat penyitaannya, Washington menggambarkan Sophia yang dikenai sanksi sebagai "kapal tanker motor armada gelap tanpa kewarganegaraan yang dikenai sanksi."
Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters bahwa tidak jelas apakah minyak masih ada di dalamnya.
Penyerahan Sophia yang dilaporkan ini terjadi di tengah perubahan kebijakan AS terhadap negara kaya minyak tersebut dan pelonggaran sanksi setelah penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari dan keterlibatan selanjutnya dengan pemimpin sementara negara itu, Delcy Rodriguez.
Rodriguez telah berupaya menyesuaikan diri dengan tuntutan utama AS, termasuk membuka sektor minyak Venezuela untuk perusahaan-perusahaan Amerika sebagai bagian dari rencana pembangunan kembali senilai USD100 miliar yang diusulkan. Trump mengatakan AS berencana “mengendalikan sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu.”
AS telah memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak Venezuela yang dikenai sanksi selama beberapa minggu, setelah menyita setidaknya tujuh kapal tanker yang dianggap melanggar sanksi sejak akhir tahun lalu.
Ini termasuk penyitaan kapal berbendera Rusia, Marinera, yang ditangkap pada 7 Januari di Atlantik Utara setelah tuduhan pelanggaran sanksi minyak terhadap Venezuela.
Moskow mengutuk tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum maritim dan menuntut pembebasan para pelaut yang ditahan. Pada hari Rabu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengkonfirmasi dua pelaut Rusia dari Marinera telah dibebaskan dan sedang dalam perjalanan pulang.
Baca juga: 10 Kelemahan Kapal Induk USS Abraham Lincoln yang Bisa Dimanfaatkan Iran di Medan Perang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Infografis

11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun