Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Nuklir Rusia Senjata nuklir Spesial

    Rusia Siap Pakai Senjata Nuklir jika NATO Isolasi Wilayah Kaliningrad: Berbahaya dan Sembrono - Tribunnews

    8 min read



    Ringkasan Berita:
    • Dalam sebuah dokumen yang dikirim ke NATO, Rusia menuduh aliansi tersebut mengambil arah yang berbahaya dan sembrono.
    • Rusia siap menggunakan senjata nuklir jika NATO berupaya memutus hubungan dengan Kaliningrad.
    • Rusia juga menolak tuduhan Barat bahwa mereka merupakan ancaman bagi Eropa.

    TRIBUNNEWS.COM - Rusia telah menyampaikan peringatan kepada Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

    Rusia menegaskan siap menggunakan senjata nuklir jika aliansi Barat tersebut berupaya memutus hubungan dengan Kaliningrad, sebuah wilayah eksklave Rusia yang berbatasan dengan Laut Baltik.

    Dalam sebuah dokumen yang dikirim ke NATO, Rusia menuduh aliansi tersebut mengambil "arah yang berbahaya dan sembrono" yang mengandung "risiko tinggi terjadinya konflik bersenjata langsung."

    Dokumen tersebut menyatakan bahwa hal ini mencakup kemungkinan "serangan Rusia terhadap pusat-pusat pengambilan keputusan di negara-negara anggota aliansi sejak awal konflik."

    “Rusia akan siap menggunakan seluruh persenjataan dan kemampuan yang dimilikinya, termasuk senjata nuklir, untuk mempertahankan wilayahnya jika negara-negara NATO melakukan upaya apa pun yang bertujuan untuk mengisolasi Wilayah Kaliningrad dari bagian negara lainnya,” demikian bunyi teks tersebut, yang diklasifikasikan sebagai “dokumen tidak resmi”, seperti diberitakan Al Arabiya.

    Kedutaan besar Rusia di setidaknya tiga negara Eropa juga telah mengeluarkan pernyataan dalam tiga hari terakhir yang menuduh NATO meningkatkan ketegangan melalui latihan militer dan perencanaan skenario yang melibatkan Kaliningrad.

    Rusia juga menolak tuduhan Barat bahwa mereka merupakan ancaman bagi Eropa.

    Pernyataan itu menyebutkan, Rusia tidak berniat menyerang negara-negara NATO, tetapi memperingatkan bahwa setiap agresi terhadap Kaliningrad — wilayah Rusia yang sangat termiliterisasi dan terletak di antara Polandia dan Lituania — akan ditanggapi dengan respons sekuat tenaga.

    Peringatan tersebut menyoroti peningkatan tajam ketegangan antara Rusia dan negara-negara Eropa, yang menuduh Moskow meningkatkan "perang hibrida" di benua itu melalui tindakan termasuk sabotase dan pembakaran.

    Rusia membantah hal itu dan menolak pernyataan berulang kali dari para politisi Barat bahwa mereka sedang bersiap untuk kemungkinan serangan militer terhadap negara NATO.

    Baca juga: Reaksi Ahmad Muzani soal Rendi Aprianto Disebut Jadi Tentara Bayaran dan Tewas di Rusia

    Rusia Bombardir Ukraina

    Rusia terus melancarkan serangan rudal dan drone ke Ukraina, menewaskan tujuh orang, termasuk seorang anak, dengan target utama berupa jaringan listrik, kata para pejabat pada Rabu (30/9/2026).

    Peningkatan tajam kampanye udara Moskow sejak akhir Agustus 2026 memberikan tekanan pada Ukraina saat negara itu bersiap menghadapi musim dingin, di mana Rusia secara rutin membombardir fasilitas energi untuk mencegah warga Ukraina mendapatkan panas, listrik, dan air bersih.

    Serangan besar-besaran itu menyebabkan pemadaman listrik dan memunculkan pertanyaan apakah itu menandai dimulainya kampanye cuaca dingin Rusia yang telah diantisipasi, yang oleh para pejabat Ukraina digambarkan sebagai upaya untuk "mempersenjatai musim dingin."

    “Hampir tidak ada satu hari pun sejak musim panas lalu ketika musuh tidak menyerang infrastruktur energi,” kata Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi di Telegram, Rabu, dikutip dari AP News.

    “Namun, serangan besar-besaran dan gabungan seperti ini terjadi untuk pertama kalinya sejak akhir musim pemanasan terakhir," lanjutnya.

    LEDAKAN DAHSYAT - Tangkap layar video di distrik Bucha, wilayah Kiev, Ukraina. Kebakaran besar terjadi setelah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gudang amunisi menjadi sasaran serangan drone Rusia pada 29 Agustus 2026.
    LEDAKAN DAHSYAT - Tangkap layar video di distrik Bucha, wilayah Kiev, Ukraina. Kebakaran besar terjadi setelah ledakan dahsyat mengguncang sebuah gudang amunisi yang menjadi sasaran serangan drone Rusia pada 29 Agustus 2026. (Tribunnews.com/Tangkap Layar)

    Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mencatat bahwa peningkatan serangan Rusia telah menyebabkan "hari-hari dengan peringatan serangan udara yang hampir tanpa henti di seluruh Ukraina."

    “Rusia meningkatkan terornya: pesawat tak berawak bertenaga jet di siang hari, rudal balistik dan rudal jelajah di malam hari, serangan terus-menerus terhadap kota-kota kita dan kehidupan sipil,” kata Sybiha di X.

    Rusia menembakkan 2.850 drone bertenaga jet ke Ukraina pada bulan Agustus, tetapi pada hari Selasa mereka telah meluncurkan 3.177 drone bulan ini, kata juru bicara angkatan udara Ukraina, Yurii Ihnat.

    Rusia telah memanfaatkan celah dalam pertahanan udara Ukraina dengan menembakkan rudal balistik dan drone bertenaga jet baru, yang keduanya sulit dihentikan.

    Peringatan serangan udara mengganggu kehidupan sehari-hari, membuat orang berlari mencari perlindungan dan merusak output ekonomi.

    Serangan-serangan itu datang bergelombang, kata Ihnat kepada televisi Ukraina pada Selasa malam, sebagian besar ditujukan ke Kyiv dan wilayah sekitarnya.

    "Ukraina membutuhkan lebih banyak rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan AS guna melawan rudal balistik dan untuk pertahanan udara berbasis darat lainnya," katanya.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Komentar
    Additional JS