Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arab Saudi Berita Featured Iran Pakistan Spesial Turki

    Delegasi Arab Saudi, Pakistan, dan Turki Kunjungi Iran, Pengamat: Ada Kepentingan Masing-masing - Tribunnews

    8 min read

     



    Ringkasan Berita:
    • Pejabat tinggi Arab Saudi, Pakistan, dan Turki bertemu dengan pejabat Iran di Teheran untuk membahas upaya meredakan konflik Timur Tengah
    • Pengamat menilai setiap negara memiliki kepentingan berbeda, mulai dari upaya Iran menahan tekanan AS hingga keinginan Arab Saudi mengendalikan pengaruh Iran terhadap Houthi.
    • Menurut Fauzia, pertemuan tersebut belum tentu menghentikan langkah Presiden AS Donald Trump, tetapi setidaknya dapat memperlambat pengambilan keputusan yang impulsif.

    TRIBUNNEWS.COM - Pejabat tinggi dari Arab Saudi, Turki, dan Pakistan bertemu dengan pejabat Iran di Teheran pada Senin (26/10/2026) dalam upaya meredakan konflik di Timur Tengah.

    Dilansir Reuters, pembicaraan tersebut merupakan kontak tingkat tinggi pertama antara Iran dan ketiga negara itu sejak perang AS-Iran meletus pada 28 Februari.

    Sebagai informasi, ketiga negara tersebut merupakan penandatangan pakta pertahanan bersama Mekah pada Agustus lalu.

    Arab Saudi mengatakan kunjungan tersebut bertujuan membuka saluran negosiasi untuk mencegah kembali terjadinya eskalasi militer.

    Arab Saudi diwakili Menteri Pertahanan Pangeran Khalid bin Salman, adik Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

    Pakistan diwakili Kepala Angkatan Darat Marsekal Lapangan Asim Munir, sedangkan Turki diwakili Kepala Intelijen Ibrahim Kalin, menurut keterangan pejabat Saudi dan Iran.

    Media pemerintah Iran menerbitkan foto-foto Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, dan Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, yang menghadiri pertemuan tersebut.

    Keempat negara sepakat melanjutkan pembicaraan dengan tujuan memperkuat kerja sama di bidang perdamaian dan keamanan, lapor media pemerintah Iran.

    Pakistan dan Qatar sebelumnya memimpin upaya mediasi dalam perang tersebut.

    Upaya mediasi sebelumnya membantu menghasilkan perjanjian perdamaian sementara pada Juni. Namun, pertempuran antara Iran dan AS kembali berlanjut tidak lama kemudian.

    Baca juga: Kata Pakar soal Perang di Tengah 2 Pemilu: AS Penuh Perhitungan, Israel Semangat Lanjutkan Serangan

    PERANG IRAN - Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur dalam wawancara 26 Oktober 2026. Fauzia menilai AS masih penuh perhitungan untuk kembali menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November 2026, karena risiko politik dan beban ekonomi yang besar bagi Trump dan Partai Republik.
    PERANG IRAN - Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur dalam wawancara 26 Oktober 2026. Fauzia menilai AS masih penuh perhitungan untuk kembali menyerang Iran sebelum pemilu sela 3 November 2026, karena risiko politik dan beban ekonomi yang besar bagi Trump dan Partai Republik. (Tangkap layar YouTube KompasTV)

    Kata Pakar

    Menurut Analis Senior Indo Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur, pertemuan tersebut tidak sekadar merupakan upaya mendamaikan AS dan Iran.

    Fauzia menyoroti pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut.

    “Yang datang ini adalah aktor keamanan, bahkan pimpinan di instansi keamanannya,” ujarnya dalam wawancara dengan KompasTV, Senin (26/10/2026).

    Artinya, kunjungan tersebut bukan sekadar basa-basi diplomatik, melainkan pertemuan tingkat tinggi yang secara langsung menyentuh persoalan keamanan.

    Menurutnya, salah satu latar belakang pertemuan ini adalah eskalasi konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi yang terus berlanjut.

    Ia juga menyinggung perdebatan mengenai anggapan bahwa Teheran memiliki kendali atas pasukan Houthi, yang bahkan ditolak oleh Iran.

    Fauzia berpendapat bahwa setiap pihak membawa agenda yang berbeda.

    Bagi Iran, menerima delegasi dari tiga negara tersebut merupakan langkah strategis.

    “Bagi Iran sendiri menerima delegasi dari tiga negara ini merupakan bargaining position-nya Iran, yakni untuk menahan, setidaknya, eskalasi dari Amerika Serikat,” ujarnya.

    Sementara itu, bagi Arab Saudi, tujuannya adalah menahan atau setidaknya mengendalikan pengaruh Iran terhadap Houthi.

    Iran dinilai masih memiliki pengaruh terhadap kelompok tersebut.

    Karena itu, Arab Saudi ingin memastikan pengaruh tersebut tidak digunakan untuk memperburuk situasi.

    Adapun Pakistan dan Turki memiliki posisi yang berbeda.

    Menurut Fauzia, kedua negara tersebut menunjukkan solidaritas sekaligus mendorong Arab Saudi agar dapat menurunkan ketegangan dengan Houthi melalui negosiasi dengan Iran sebagai perantara.

    Dengan kata lain, Iran diharapkan berperan membantu meredakan konflik antara Arab Saudi dan Houthi.

    Saat ditanya apakah ketiga negara tersebut hanya berperan sebagai perantara atau benar-benar mampu menekan AS maupun Iran, Fauzia menjelaskan bahwa pada dasarnya semua negara di luar Iran dan AS menginginkan perdamaian kembali terwujud.

    Pasalnya, dampak konflik kini tidak lagi terbatas pada kedua negara tersebut.

    “Saat ini dampak globalnya semakin besar,” tuturnya.

    Fauzia menjelaskan bahwa Iran mengandalkan taktik asimetris, yakni memperluas eskalasi secara horizontal, bukan vertikal.

    Dampaknya meluas dan mulai terlihat, mulai dari ancaman terhadap bandara di Arab Saudi dan fasilitas Aramco hingga blokade yang awalnya hanya terjadi di Selat Hormuz, tetapi kini meluas ke Bab el-Mandeb.

    Menurutnya, gangguan di kedua titik tersebut akan semakin menekan pasokan energi, meningkatkan tagihan dan harga pangan, serta mendorong inflasi semakin tinggi.

    “Dan ini tentu bukan yang diinginkan oleh semua negara,” ucapnya.

    Terkait efektivitas pertemuan tersebut, Fauzia memberikan penilaian yang berhati-hati.

    “Pertemuan tersebut tidak akan bisa menghentikan keinginan Trump, tetapi setidaknya akan memperlambat keputusan-keputusan yang sifatnya impulsif dari Trump.”

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS