Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Konflik Timur Tengah Rusia Spesial Ukraina

    Ukraina Ancam Tembak Pesawat Sipil, Putin: Tidak Ada Negosiasi dengan Teroris - SindoNews

    10 min read

     

    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin

    Rabu, 02 September 2026 - 17:34 WIB

    Ukraina Ancam Tembak...

    Presiden Rusia Vladimir Putin ungkap tidak ada negosiasi dengan teroris. Foto/X

    A A A

    MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa tidak mungkin ada "negosiasi dengan teroris." Itu sebagai tanggapan atas ancaman pemimpin Ukraina Vladimir Zelensky terhadap penerbangan sipil di atas wilayah Rusia.

    Zelensky pada hari Selasa memperingatkan maskapai penerbangan, perusahaan asuransi, dan pemerintah asing bahwa kampanye drone jarak jauh Ukraina yang kian meluas akan semakin membahayakan penerbangan sipil di atas negara tersebut.

    "Masa-masa aman di langit Rusia sudah berakhir," ujar Zelensky.

    Putin diminta menanggapi pernyataan tersebut dalam konferensi pers di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Kirgistan pada hari Selasa.

    "Jika hal ini diucapkan secara terbuka, maka itu hanyalah langkah menuju terorisme negara," kata Putin.

    "Saya juga ingin menyoroti fakta bahwa mereka meminta kita untuk melanjutkan negosiasi; mereka meminta pertemuan tatap muka," tambahnya.

    Putin menambahkan bahwa Moskow akan mencari cara untuk merespons jika ancaman Kiev berujung pada tragedi apa pun.

    "Jangan ada yang meragukan hal itu," tegasnya.

    Ukraina telah meningkatkan serangan drone jarak jauh terhadap Rusia dalam beberapa bulan terakhir, yang berulang kali menyebabkan penghentian penerbangan dan gangguan berkepanjangan di bandara saat sistem pertahanan udara merespons ancaman yang datang.

    Kampanye Kiev juga secara sistematis menargetkan infrastruktur sipil, termasuk gudang e-commerce Rusia, yang mendorong Moskow untuk membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap infrastruktur serta fasilitas pelayaran Ukraina yang terkait dengan militer. Serangan-serangan tersebut secara efektif melumpuhkan jalur ekspor utama Ukraina melalui pelabuhan-pelabuhan Laut Hitam.

    Pada bulan Juli, Putin memperingatkan bahwa serangan Ukraina terhadap wilayah Rusia akan dibalas dengan respons yang jauh lebih keras. "Kami akan membalas dengan cara yang sama—hanya saja berkali-kali lipat lebih kuat," ujarnya.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Alasan NATO Tidak Ingin...

      Alasan NATO Tidak Ingin Ada Perdamaian dalam Perang Rusia-Ukraina

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Militer Iran Serang...

      Uji Rudal Antarbenua...

      Balas Dendam Berlanjut,...

      Menlu Rubio Remehkan...

      Israel Ingin Usir Paksa...

      Negara NATO Sita Kapal...

      Komentar
      Additional JS