Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured Spesial

    Trump Janji Beri Rp87,5 Juta Per Warga AS Jika Partai Republik Menang Pemilu Selat - SindoNews

    11 min read


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 10 September 2026 - 12:05 WIB

    Trump Janji Beri Rp87,5...

    Presiden AS Donald Trump janjikan uang USD5.000 atau sekitar Rp87,5 juta kepada setiap warga dewasa Amerika jika Partai Republik menang pemilu sela. Foto/The White House

    A A A

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan apa yang dia sebut sebagai “dividen” sebesar USD5.000 atau sekitar Rp87,5 juta kepada setiap warga dewasa Amerika. Menurutnya, uang itu akan diberikan jika Partai Republik menang pemilu sela atau tetap menguasai kedua kamar Kongres.

    Berbicara dalam konvensi sela pertama yang pernah digelar Partai Republik di Dallas pada hari Rabu, Trump berpendapat bahwa kondisi ekonomi AS serta pendapatan yang diperoleh pemerintah dari kebijakan tarifnya akan memungkinkan Washington memberikan pembayaran langsung kepada masyarakat.

    Baca Juga: Diserang Rudal Iran, 8 Jet Tempur F-15 dan 1 Pesawat A-10 AS Rusak

    “Jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami dan Anda mendapatkan USD5.000,” kata Trump di hadapan massa yang bersorak. “Ini akan disebut Dividen Trump," katanya lagi.

    “Satu-satunya catatan yang saya punya adalah dividen yang kami berikan harus dibelanjakan di Amerika Serikat,” imbuh dia, seperti dikutip Newsweek, Kamis (10/9/2026).

    Trump tidak menjelaskan bagaimana pembayaran tersebut akan dilaksanakan ataupun dari mana pendanaannya berasal. Jika setiap orang dewasa menerima USD5.000, total biaya program tersebut berpotensi mencapai lebih dari USD1 triliun.

    Trump berulang kali membanggakan besarnya aliran dana yang masuk ke Amerika Serikat sebagai dampak dari kebijakan tarif dan investasi asing.

    Pemerintahannya sebelumnya mengeklaim lebih dari USD20 triliun investasi baru akan masuk ke AS. Sementara itu, pejabat Departemen Keuangan AS memperkirakan pendapatan dari tarif berpotensi mencapai ratusan miliar dolar setiap tahun.

    Presiden juga membanggakan kesepakatan minyak terbaru pemerintahannya dengan Venezuela. Kesepakatan tersebut memberikan Washington kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela.

    Trump kemudian bercanda mengenai betapa mudahnya menemukan minyak di negara Amerika Selatan tersebut. “Anda tahu bagaimana Exxon dan Chevron...mereka menghabiskan jutaan dan jutaan dolar untuk peralatan, pergi ke seluruh dunia untuk mencari minyak, tetapi tidak menemukannya,” kata Trump.

    “Di Venezuela, Anda melihat tanah dan melihat tanah yang basah kuyup oleh minyak, lalu Anda berkata, ‘Mari kita bangun rig kita tepat di sana'," papar Trump.

    Trump juga bercanda mengenai rencana mengganti nama Selat Hormuz dengan namanya sendiri ketika membahas perang AS-Israel yang masih berlangsung melawan Iran.

    “Kita seharusnya menyebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump! Saya harus mendapatkan sesuatu dari ini. Selat Trump!” ujarnya. “Saya yakin para pemimpin Iran akan sangat senang dengan hal itu!”

    Trump kembali menegaskan klaimnya bahwa konflik dengan Iran akan berakhir dan harga minyak akan turun setelah pemilu sela AS. Pernyataan tersebut sekaligus mengaitkan pesan kebijakan luar negeri dan energi pemerintahannya dengan pemungutan suara November.

    “Dalam 55 hari, warga Amerika akan pergi ke tempat pemungutan suara dalam salah satu pemilu paling penting dalam sejarah negara kita,” katanya.

    “Ketika saya ada di surat suara, Partai Republik selalu tampil baik,” lanjut Trump. “Saya meminta kalian berpura-pura bahwa saya ada di surat suara...sekali lagi.”

    Konvensi selama dua hari di Dallas tersebut digagas Trump sebagai ajang kampanye menjelang pemilu sela. Ini merupakan konvensi pertama yang digelar Partai Republik di luar tahun pemilihan presiden.

    Trump dijadwalkan kembali pada Kamis waktu AS untuk menyampaikan pidato penutup.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Warga Palestina Kecewa...

      Warga Palestina Kecewa Donald Trump Menang Pemilu AS

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Hamas Tolak Kemungkinan...

      Likud Tuding Dahlan...

      Houthi Rebut Pulau Zuqar...

      Iran Sangkal Penthouse...

      Houthi Rebut Kota Strategis...

      Sosok Menhan Filipina...

      Komentar
      Additional JS