Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Arab Saudi Berita Featured Konflik Timur Tengah Spesial

    Travel Warning Level 3, AS Minta Warganya Pertimbangkan Kembali Perjalanan ke Arab Saudi - Tribunnews

    9 min read

     

    Tangkap layar situs Departemen Luar Negeri AS A-A+ PERINGATAN PERJALANAN - Tangkap layar situs Departemen Luar Negeri AS memperlihatkan peringatan perjalanan ke Arab Saudi yang berada di Level 3 atau Pertimbangkan Kembali. Eskalasi baru melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi. 
    Ringkasan Berita:
    • AS menetapkan peringatan perjalanan Arab Saudi ke Level 3 dan meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan akibat risiko konflik serta serangan rudal dan drone.
    • Level 4 berlaku di wilayah perbatasan Saudi-Yaman.
    • Peringatan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi.


    TRIBUNNEWS.COM -
    Amerika Serikat meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke Arab Saudi dengan menetapkan peringatan perjalanan ke negara tersebut menjadi Level 3. 

    Langkah itu diambil dengan alasan risiko yang terkait dengan konflik bersenjata serta kemungkinan serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran yang menargetkan kepentingan AS.

    Mengutip News18, peringatan tersebut dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Selasa (15/9/2026) malam waktu setempat, di tengah eskalasi baru yang melibatkan kelompok Houthi dan Arab Saudi.

    Departemen tersebut juga memperingatkan bahwa beberapa wilayah Arab Saudi menghadapi risiko keamanan yang lebih besar.

    Arab Saudi Siaga setelah Serangan Houthi

    Peringatan ini muncul ketika Arab Saudi menghadapi serangkaian serangan dan upaya serangan dari Houthi.

    Pada Selasa, otoritas Saudi mengeluarkan peringatan keamanan untuk beberapa lokasi, termasuk Makkah, Jeddah, dan Taif, meskipun peringatan tersebut kemudian dicabut setelah pihak berwenang mengatakan bahaya langsung telah berlalu.

    Pada Rabu, pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah drone Houthi di selatan Makkah sebelum drone tersebut dapat memasuki wilayah udara terlarang kota suci itu, menurut koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi yang didukung Iran.

    Juru bicara koalisi Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman, Turki al-Maliki, mengatakan keamanan Makkah dan tempat-tempat suci Islam adalah "garis merah".

    Sementara itu, kelompok Houthi membantah menargetkan Makkah. 

    Insiden terbaru ini menyusul serangkaian serangan yang dikaitkan dengan kelompok tersebut terhadap target-target Saudi, termasuk serangan terhadap pangkalan udara Saudi yang melukai 13 warga sipil, menurut pejabat koalisi pimpinan Saudi.

    Baca juga: Klaim yang Saling Bertentangan antara Koalisi Saudi dan Houthi soal Serangan Udara ke Arah Makkah

    Peringatan Level 4 untuk Yaman

    Selain Level 3 untuk Arab Saudi, peringatan dari AS juga mencakup Level 4, "Jangan Bepergian", untuk daerah-daerah di sepanjang perbatasan Arab Saudi dengan Yaman.

    AS mengatakan pegawai pemerintah AS menghadapi pembatasan perjalanan tambahan di daerah-daerah tertentu, termasuk wilayah dekat perbatasan Yaman, Qatif, dan beberapa provinsi.

    Peringatan terbaru dari Departemen Luar Negeri ini muncul di tengah konflik Timur Tengah yang lebih luas, yang juga telah mengganggu penerbangan komersial dan jalur energi di kawasan tersebut.

    Pemerintah AS mengatakan penerbangan komersial dari Arab Saudi tetap beroperasi, tetapi terkadang mengalami gangguan yang signifikan.

    Tingkatan Panduan Perjalanan AS

    Mengutip uwyo.edu, AS memiliki empat tingkatan peringatan perjalanan, dari Level 1 yang paling rendah hingga Level 4 yang paling tinggi.

    Level 1: Lakukan Tindakan Pencegahan Normal

    Ini adalah tingkat peringatan terendah untuk risiko keselamatan dan keamanan.

    Terdapat beberapa risiko dalam setiap perjalanan internasional.

    Kondisi di negara lain mungkin berbeda dari kondisi di Amerika Serikat dan dapat berubah sewaktu-waktu.

    Level 2: Lakukan Kewaspadaan Lebih Tinggi

    Waspadai peningkatan risiko terhadap keselamatan dan keamanan.

    Departemen Luar Negeri AS memberikan saran tambahan bagi para pelancong di area ini dalam Peringatan Perjalanan.

    Kondisi di negara mana pun dapat berubah sewaktu-waktu.

    Level 3: Pertimbangkan Kembali Perjalanan

    Hindari perjalanan karena risiko serius terhadap keselamatan dan keamanan.

    Departemen Luar Negeri memberikan saran tambahan bagi para pelancong di area ini dalam Peringatan Perjalanan. Kondisi di negara mana pun dapat berubah sewaktu-waktu.

    Level 4: Jangan Bepergian

    Ini adalah tingkat peringatan tertinggi karena kemungkinan risiko yang mengancam jiwa lebih besar.

    Selama keadaan darurat, pemerintah AS mungkin memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk memberikan bantuan.

    Departemen Luar Negeri menyarankan agar warga negara AS tidak bepergian ke negara tersebut atau segera meninggalkan negara tersebut begitu keadaan aman.

    Departemen Luar Negeri memberikan saran tambahan bagi para pelancong di wilayah-wilayah ini dalam Peringatan Perjalanan.

    Kondisi di negara mana pun dapat berubah sewaktu-waktu.

    Latar Belakang Konflik di Yaman: Houthi vs Koalisi Pemerintah Yaman yang Didukung Arab Saudi

    Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah ("Para Pengikut Tuhan"), adalah organisasi politik dan militer Islam Yaman yang dibentuk pada 1990-an.

    Mengutip Al Jazeera, pada September 2014, Houthi merebut ibu kota Yaman, Sanaa, dan kemudian menguasai sebagian besar wilayah Yaman utara dan barat.

    Hal itu mendorong koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi untuk campur tangan mendukung pemerintah yang diakui secara internasional pada Maret 2015.

    Gencatan senjata yang dimediasi PBB pada April 2022 secara signifikan mengurangi pertempuran.

    Meskipun perjanjian tersebut secara resmi berakhir enam bulan kemudian, permusuhan skala besar antara Houthi dan pasukan pemerintah yang didukung Saudi tetap relatif terbatas.

    Arab Saudi juga terus melakukan negosiasi dengan kelompok tersebut.

    Namun, belum ada perjanjian perdamaian komprehensif yang tercapai, sehingga garis depan sebagian besar membeku alih-alih mengakhiri konflik.

    Status quo yang rapuh itu berada di bawah tekanan yang meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari.

    Ketegangan meningkat lebih lanjut pada Juli setelah serangan angkatan udara pemerintah terhadap Bandara Internasional Sanaa yang dikuasai Houthi, yang mencegah pesawat Iran mendarat.

    Baru-baru ini, Houthi merebut kota pelabuhan Mocha di Yaman, yang lokasinya strategis di dekat Selat Bab al-Mandab.

    Penguasaan Mocha berpotensi memperkuat kendali Houthi atas jalur pelayaran vital dan mengancam pasokan anti-Houthi.

    Arab Saudi meminta bantuan AS untuk menghadapi Houthi, tetapi Presiden Donald Trump menolak intervensi militer langsung untuk saat ini.

    (Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

    Komentar
    Additional JS