Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Bisnis China Featured G20 Spesial

    Surplus Dagang China Tembus Rp21.191 Triliun, AS Desak G20 Kompak Naikkan Tarif Impor - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Selasa, 01 September 2026 - 08:48 WIB

    Surplus Dagang China...

    Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada seluruh negara anggota G20 untuk mengevaluasi kembali syarat perdagangan mereka dengan China. Foto/Dok

    A A A

    JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menyerukan kepada seluruh negara anggota G20 untuk mengevaluasi kembali syarat perdagangan mereka dengan China. Menteri Keuangan atau Menkeu AS Scott Bessent menegaskan, bahwa langkah bersama ini sangat mendesak untuk membendung serbuan ekspor dari Beijing yang dinilai memicu ketimpangan ekonomi global.

    Sensus Ekonomi Berlaku...

    Dalam sebuah wawancara menjelang Pertemuan Pemimpin Keuangan G20, Bessent menyoroti lonjakan ekspor China yang tidak berkelanjutan di tengah melemahnya konsumsi domestik di negara Tirai Bambu -julukan China- tersebut. Bessent menekankan bahwa perekonomian dunia tidak akan sanggup menanggung beban dari surplus perdagangan China yang menembus angka fantastis.

    Baca Juga: AS Bongkar Skandal Raksasa, Lebih dari 40 Negara Bantu China Akali Tarif Trump

    "Dunia tidak bisa membiarkan China memiliki surplus perdagangan sebesar USD1,2 triliun (setara Rp21.191 triliun dengan kurs Rp17.659). Ekonomi mereka cukup lemah, dan mereka berusaha keluar dari masalah itu melalui jalur ekspor," tegas Bessent.

    Sementara itu ketika kebijakan proteksionisme ketat dan pembatasan impor kendaraan oleh AS, telah memaksa China mengalihkan komoditas ekspornya ke kawasan lain, khususnya Eropa dan Amerika Latin. Penerapan tarif impor oleh Presiden Donald Trump berhasil memangkas defisit perdagangan AS dengan China hingga sepertiga menjadi USD73,9 miliar pada semester pertama 2026.

    Baca Juga: Trump Tembak Tarif 15% untuk Bahan Utama Chip! China Meradang

    Di tengah tekanan ekonomi yang kian ketat, Washington dan Beijing tetap membuka ruang diplomasi menjelang KTT tingkat tinggi antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping pada akhir September mendatang.

    Bessent mengungkapkan, adanya potensi kesepakatan saling pangkas tarif untuk produk non-strategis senilai USD30 miliar di masing-masing pihak. Selain itu kedua raksasa ekonomi ini dijadwalkan membahas aturan batas aman (guardrails) untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mencegah jatuhnya model AI canggih ke tangan aktor non-negara.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    3 Negara Mayoritas Islam...

    3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Transparansi Industri...

    Anggaran Kementan 2027...

    Menuju Industri Logistik...

    Pasal 33 UUD 1945 Tak...

    Hapus Batas Saham Gocapan,...

    IWIP Catat Belanja UMKM...

    Komentar
    Additional JS