Trump Desak Perusahaan Kanada Pindah ke AS, Janjikan Bebas Tarif - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Senin, 31 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. FOTO/AP
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan dalam perang dagang dengan Kanada, dengan menuntut perusahaan-perusahaan Kanada yang berbisnis di AS memindahkan kantor pusat dan fasilitas produksinya ke wilayah Amerika. Trump berjanji, perusahaan yang memenuhi tuntutan itu tidak akan dikenakan tarif baru yang rencananya berlaku mulai 2027.
"Mari semua perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera. Banyak di antaranya adalah perusahaan yang pindah bertahun-tahun lalu karena kepemimpinan AS yang bodoh. Ketika Anda kembali, tidak ada TARIF!" tulis Trump di platform Truth Social, dikutip dari The Independent, Senin (31/8/2026).
Baca Juga: AS Kendalikan Cadangan Minyak Venezuela 65 Miliar Barel Senilai Rp1.775 Triliun
Dalam unggahan terpisah, Trump menyebut Kanada sebagai salah satu mitra dagang terburuk Amerika, meskipun secara fakta Kanada merupakan mitra dagang terbesar kedua AS. Menurut data Kantor Perwakilan Dagang AS, aktivitas ekonomi lintas batas antara kedua negara mencapai hampir 900 miliar dolar AS per tahun.
"Salah satu pelaku terburuk adalah Kanada," tulis Trump. "Saya tidak ingin mobil Kanada, saya tidak ingin suku cadang Kanada, saya tidak ingin apa pun dari Kanada. Mereka telah merugikan kami selama puluhan tahun, dan itu akan berhenti," tambahnya.
Trump mengklaim agenda tarifnya telah menyelamatkan industri otomotif Amerika, namun banyak produsen AS masih bergantung pada suku cadang dan sistem yang dirakit di luar negeri, termasuk Kanada. Awal tahun ini, Ford bahkan berterima kasih atas sebagian pembebasan tarif untuk komponen kendaraan, meski belum jelas apakah industri otomotif AS benar-benar terhindar dari dampak ekonomi putaran tarif terbaru ini.
Sikap Trump terhadap Kanada dalam beberapa hari terakhir cenderung keras dan minim ruang negosiasi. Ia berulang kali memanfaatkan momentum untuk mempertajam konflik dengan politikus Kanada, termasuk Perdana Menteri Mark Carney dan Premier Ontario Doug Ford, yang sebelumnya terlibat konfrontasi personal dengan Trump.
Pada Kamis, Trump bahkan menerbitkan perintah eksekutif yang menginstruksikan seluruh lembaga federal AS menyebut Danau Ontario sebagai “Danau Amerika”, langkah yang memicu cibiran luas. Doug Ford, yang sebelumnya menyebut Trump sebagai “pengganggu” dan “kalah”, menegaskan pada Minggu bahwa perang dagang akan sangat merusak ekonomi kedua negara.
"Semua orang merasa di-bully oleh Presiden Trump, dan ini adalah hal terburuk yang bisa Anda lakukan bagi ekonomi Amerika. Saya tidak melihat tujuannya. Ini benar-benar mundur," kata Ford dalam wawancara di ABC’s This Week. Ia menambahkan, "Tidak ada yang akan menyebutnya Danau Amerika."
Baca Juga: Kanada Didesak Tekan Balik Trump, Bidik Jet Tempur Siluman F-35 dan Batu Bara AS
Premier Manitoba Wab Kinew juga tidak kalah keras, menyebut Trump “sangat lemah” dan menilai Amerika kini lebih lemah di panggung global dibandingkan setahun lalu. “Dia akan dihajar dalam pemilihan paruh waktu dan biaya hidup adalah isu nomor satu, sementara ia sama sekali tidak memahami biaya hidup warga Amerika,” ujar Kinew.
Pemerintah Kanada pekan lalu mengumumkan gelombang tarif balasan, namun pejabat AS memperingatkan bahwa pembalasan lebih lanjut akan memicu respons tambahan dari Trump. "Jika ada pembalasan lebih lanjut dari pihak Kanada, kami tentu tidak akan duduk diam dan menerimanya. Pandangan kami adalah jangan membalas," kata Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer kepada sebuah penyiar Kanada.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Terpopuler
1
2
3
4
5





