Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Konflik Rusia Ukraina Rusia Spesial Vladimir Putin

    Putin Yakin Rusia Menang di Medan Perang, Ini 4 Alasannya - SindoNews

    11 min read

     


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 03 September 2026 - 02:20 WIB

    Putin Yakin Rusia Menang...

    Presiden Rusia Vladimir Putin yakin Moskow menang di medan perang. Foto/X

    A A A

    MOSKOW - Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia sedang memenangkan perang di Ukraina dan melabeli kepemimpinan Ukraina sebagai "teroris" yang tidak bisa diajak bernegosiasi oleh Moskow.

    Dalam komentarnya yang paling rinci mengenai perang ini dalam beberapa minggu terakhir, Putin mengakui bahwa serangan Ukraina di wilayah Rusia telah menimbulkan kerusakan nyata dan menyebutkan bahwa pesawat nirawak menghadirkan tantangan tersendiri.

    Putin Yakin Rusia Menang di Medan Perang, Ini 4 Alasannya

    1. Musuh Akan Runtuh

    Namun, ia menegaskan bahwa Rusia terus maju di medan perang dan mengatakan kepada para wartawan: "Saya tidak ragu musuh akan runtuh."

    Ia menolak menyebutkan kapan hal itu akan terjadi.

    Ia menyebut rumor bahwa Rusia akan terpaksa memerintahkan mobilisasi militer baru sebagai "omong kosong belaka."

    2. Rusia Kuasai Seperlima Wilayah Ukraina

    Setelah empat setengah tahun perang berlangsung, Rusia menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Pembicaraan damai yang dimediasi AS terhenti pada bulan Februari setelah Amerika Serikat dan Israel terlibat perang dengan Iran.

    Jajak pendapat menunjukkan adanya kelelahan akibat perang yang kian meningkat di Rusia, dan sejumlah pihak berpengaruh memperingatkan tentang tekanan terhadap perekonomian negara itu.

    Namun, Putin menunjukkan sikap percaya diri dan keras saat memaparkan rincian perkembangan di garis depan, seraya menyatakan bahwa kemajuan pasukan Rusia semakin cepat.

    Pasukan Rusia telah merebut wilayah seluas 270 kilometer persegi (104 mil persegi) di kawasan Donetsk, Ukraina timur, pada bulan Agustus, dan dua kelompok besar pasukan Ukraina—satu kelompok terdiri dari 4.500 hingga 4.800 personel, dan kelompok lainnya hingga 2.000 personel—telah terkepung, ujarnya. Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

    3. Pasukan Rusia Terus Bergerak Maju

    Rusia terus bergerak maju menuju kota Sloviansk dan Kramatorsk, kata Putin, seraya menambahkan bahwa pasukan Moskow sedang bersiap melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi di Ukraina.

    Putin mengatakan bahwa peringatan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada maskapai penerbangan—bahwa drone Ukraina akan melumpuhkan wilayah udara Rusia—terdengar seperti "terorisme negara," dan menegaskan bahwa Moskow akan mencari cara untuk merespons jika hal itu benar-benar terjadi. Dalam konferensi pers usai pertemuan puncak di Kirgistan, Putin menyatakan bahwa negosiasi dengan "teroris" adalah hal yang mustahil.

    Namun, ia juga mengatakan bahwa Moskow terbuka terhadap pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri—bukan sekadar membekukan—perang, serta menegaskan kembali kesediaannya untuk berbicara dengan utusan Presiden AS Donald Trump.

    "Jika ada pihak yang memberikan, atau mampu memberikan, kontribusi nyata terhadap proses ini, kami sangat mendukungnya," ujar Putin.

    "Satu-satunya hal yang ingin kami hindari adalah proses yang berjalan di tempat tanpa hasil yang berarti. Namun, jika ada pihak yang mampu membawa dampak positif bagi negosiasi ini—yang menurut pemahaman kami saat ini agak macet—maka pada prinsipnya, kami tidak keberatan."

    4. Memperkuat Pertahanan dari Serangan Drone

    Putin secara khusus mengakui bahwa serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina telah menyebabkan kerusakan pada kilang minyak Rusia, meskipun ia tidak menyinggung soal kelangkaan bahan bakar yang meluas akibat serangan-serangan tersebut.

    Akan tetapi, ia mengatakan bahwa tingkat perlindungan telah ditingkatkan, dan "hanya tersisa 10 persen dari kilang kami yang perlu diperbaiki."

    Putin menanggapi dengan nada tajam tuduhan pemerintah Jerman pada hari Selasa yang menyatakan bahwa Rusia bertanggung jawab atas upaya serangan drone di bandara Leipzig bulan lalu.

    Ia mengatakan bahwa pemerintahan Kanselir Friedrich Merz menyalahkan Moskow demi mengalihkan perhatian dari masalah domestik dan penurunan tingkat dukungan publik.

    Putin menuduh Jerman merekayasa bukti untuk menjebak Rusia dalam kasus serangan drone tersebut, namun ia tidak menyebutkan dasar dari tuduhannya itu.

    (ahm)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Ranking FIFA Terbaru:...

      Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Militer Iran Serang...

      Uji Rudal Antarbenua...

      Balas Dendam Berlanjut,...

      Menlu Rubio Remehkan...

      Israel Ingin Usir Paksa...

      Negara NATO Sita Kapal...

      Komentar
      Additional JS