Pakistan: Serangan Houthi terhadap Arab Saudi Bisa Picu Respons Aliansi Makkah! - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 10 September 2026 - 09:48 WIB

Kelompok Houthi Yaman serang wilayah Arab Saudi dengan rudal dan drone. Serangan ini bisa memicu respons kolektif Aliansi Makkah. Foto/Daily Post
A A A
RIYADH - Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif memperingatkan bahwa serangan kelompok Houthi Yaman terhadap Kerajaan Arab Saudi dapat memicu respons kolektif Aliansi Pertahanan Bersama Makkah. Aliansi tersebut beranggotakan Arab Saudi, Pakistan, dan Turki.
"Berdasarkan perjanjian trilateral tersebut, agresi apa pun terhadap salah satu dari ketiga negara itu dianggap sebagai agresi terhadap semuanya. Tidak ada keraguan mengenai hal itu," ujar Asif kepada Geo News.
Baca Juga: Houthi Serang Fasilitas Aramco dan Pangkalan Udara di Arab Saudi
Asif menyatakan bahwa agresi tanpa provokasi atau meluasnya konflik di Yaman ke wilayah Arab Saudi pasti akan mengaktifkan aliansi tersebut.
"Tidak perlu ada keraguan mengenai hal ini. Kami terikat oleh syarat dan ketentuan pakta ini, dan kami akan mematuhinya jika diperlukan," ujarnya.
Kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan rudal balistik dan pesawat nirawak ke wilayah selatan Arab Saudi pada hari Selasa, menargetkan fasilitas sipil dan energi di Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran, serta melukai 73 warga sipil.
Arab Saudi menyebut serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan menyatakan berhak mengambil segala langkah yang diperlukan untuk mempertahankan wilayah, warga negara, dan infrastruktur nasionalnya.
Namun, Asif mengatakan bahwa Islamabad berharap situasi tersebut dapat dikendalikan dan pada akhirnya mereda. Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah, yang ditandatangani oleh Arab Saudi, Pakistan, dan Turki pada tanggal 7 Agustus, menetapkan kerangka kerja pertahanan kolektif di mana serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyamakan ketentuan pertahanan kolektif ini dengan Pasal 5 NATO.
Aliansi tersebut mengambil langkah kelembagaan pertamanya pada tanggal 31 Agustus, ketika para menteri luar negeri, menteri pertahanan, dan kepala militer dari ketiga negara bertemu di Istanbul untuk pertemuan perdana Komite Politik dan Pertahanan Strategis aliansi tersebut.
Sementara itu, koalisi pimpinan Arab Saudi pada hari Rabu menyatakan bahwa milisi Houthi yang didukung Iran telah melancarkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak ke tiga kota di Arab Saudi. Koalisi itu menuduh kelompok milisi tersebut terus menargetkan infrastruktur dan aset nasional Kerajaan Saudi.
Juru bicara Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, mengatakan bahwa kelompok Houthi telah melancarkan serangan terhadap Khamis Mushait, Abha, dan Jazan. "Menggunakan sejumlah rudal balistik dan pesawat nirawak," katanya dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Saudi Press Agency (SPA), Kamis (10/9/2026).
Al-Maliki menyatakan bahwa serangan yang terus berlanjut itu menunjukkan "ideologi ekstremis" kelompok Houthi serta pendekatan mereka dalam meningkatkan eskalasi konflik dan menargetkan warga sipil di Arab Saudi.
Dia mengatakan bahwa Komando Pasukan Gabungan koalisi akan merespons secara bertanggung jawab demi melindungi kedaulatan, aset nasional, warga sipil, dan infrastruktur sipil Arab Saudi.
Al-Maliki menambahkan bahwa koalisi akan bertindak sesuai dengan hak membela diri berdasarkan hukum internasional dan Pasal 51 Piagam PBB, serta hukum humaniter internasional dan aturan-aturan hukum kebiasaan internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Terpopuler
1
2
3
4
5





