Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Konflik Rusia Ukraina NATO Rusia Spesial Ukraina

    Negara NATO Sita Kapal Rusia atas Permintaan Ukraina, Putin Ancam Balas Dendam - SindoNews

    12 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Kamis, 03 September 2026 - 10:33 WIB

    Negara NATO Sita Kapal...

    Kapal Professor Molchanov, kapal riset Rusia yang disita Norwegia atas permintaan Ukraina. Foto/Thomas Nilsen/The Barents Observer

    A A A

    OSLO - Otoritas berwenang Norwegia telah menyita kapal riset Rusia di Svalbard atas permintaan perusahaan energi milik negara Ukraina, Naftogaz. Langkah ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskow dan negara-negara NATO terkait akses serta penguasaan kawasan Arktik.

    Kapal Professor Molchanov ditahan pada Rabu saat bersandar di Barentsburg, permukiman Rusia di kepulauan Svalbard yang berada di bawah administrasi Norwegia—salah satu negara NATO.

    Baca Juga: Presiden Ukraina Ancam Serang Semua Pesawat yang Terbang di Wilayah Rusia

    Gubernur Svalbard mengatakan penyitaan dilakukan berdasarkan perintah Pengadilan Distrik Nord-Troms dan Senja pada 31 Agustus yang memberikan Naftogaz hak untuk menyita kapal tersebut. Kapal Professor Molchanov kini dilarang meninggalkan Barentsburg hingga ada keputusan lebih lanjut.

    Para awak dan penumpang kapal baru mengetahui penyitaan itu dari pemberitaan media, menurut koresponden TASS yang berada di kapal tersebut dalam rangka ekspedisi, sebagaimana dikutip Russia Today, Kamis (3/9/2026).

    Menteri Rusia untuk Pembangunan Timur Jauh dan Arktik, Aleksey Chekunkov, mengatakan pada Kamis bahwa para awak kapal dalam keadaan aman. Dia menambahkan bahwa pengacara perusahaan Arktikugol akan segera memberikan tanggapan secara hukum dan berencana menggugat perintah penyitaan tersebut.

    Professor Molchanov merupakan kapal riset milik negara Rusia yang dioperasikan badan meteorologi nasional, Roshydromet.

    Selain menjalankan ekspedisi ilmiah, kapal tersebut sejak tahun lalu juga menjadi sarana transportasi penumpang dan kargo reguler antara Murmansk dan Barentsburg. Kapal mengangkut ilmuwan, pegawai Arktikugol, kontraktor beserta keluarga mereka, serta berbagai kebutuhan logistik menuju permukiman Rusia di Svalbard.

    Penerbangan langsung antara Rusia dan Svalbard dihentikan pada 2020. Sementara itu, layanan penumpang melalui jalur laut kembali beroperasi pada 2025.

    Kapal Professor Molchanov kini menjadi satu-satunya kapal yang melayani rute tersebut, dengan 10 perjalanan pulang-pergi Murmansk-Barentsburg dijadwalkan sepanjang 2026.

    Berdasarkan Perjanjian Svalbard 1920, Norwegia memiliki kedaulatan atas kepulauan tersebut. Namun, negara-negara yang menandatangani perjanjian itu memiliki hak yang sama untuk menjalankan kegiatan komersial dan ilmiah di Svalbard.

    Rusia telah mempertahankan keberadaannya di Svalbard selama puluhan tahun. Arktikugol menjadi perusahaan utama yang menjalankan kegiatan ekonomi Rusia di kepulauan tersebut.

    Naftogaz Kejar Aset Rusia di Luar Negeri

    Naftogaz mengatakan permintaan penyitaan kapal Rusia merupakan bagian dari upaya internasional untuk menegakkan putusan arbitrase di Den Haag terkait aset perusahaan yang hilang di Crimea setelah wilayah tersebut bergabung dengan Rusia pada 2014.

    Rusia menolak kewenangan tribunal arbitrase dalam sengketa tersebut. Moskow berpendapat bahwa aset di Crimea yang menjadi objek sengketa tidak dapat dianggap sebagai investasi Ukraina di wilayah Rusia berdasarkan perjanjian investasi bilateral yang berlaku.

    Pelaksana tugas CEO Naftogaz, Sergey Fedorenko, menyambut penyitaan kapal tersebut. "Ini sebagai langkah penting lainnya menuju pemulihan keadilan," katanya.

    Dia juga menegaskan bahwa perusahaan akan terus mencari dan mengejar aset Rusia di berbagai negara.

    Naftogaz mengeklaim Rusia kini memiliki kewajiban membayar sekitar USD4,22 miliar, belum termasuk bunga dan biaya hukum.

    Perusahaan tersebut sebelumnya juga berupaya menyita aset milik negara Rusia di sejumlah negara Eropa. Pada 2024, otoritas Finlandia membekukan sejumlah properti milik Rusia atas permintaan Naftogaz.

    Kremlin berjanji akan menentang tindakan tersebut melalui jalur hukum. Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut langkah itu ilegal dan memperingatkan kemungkinan adanya tindakan balasan.

    Putin Ancam Balas Dendam

    Penyitaan kapal Professor Molchanov terjadi hanya beberapa pekan setelah Moskow mengeluarkan peringatan keras terhadap upaya negara-negara Barat menyita kapal Rusia.

    Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut rencana menyita kapal Rusia dan menjual asetnya sebagai “pembajakan dan perampokan”. Dia memperingatkan bahwa Moskow akan membalas dengan tindakan serupa dan dapat melakukannya di wilayah mana pun di dunia yang dianggap tepat.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov kemudian mengatakan Moskow akan menentukan sendiri sasaran pembalasan, termasuk kapal-kapal yang beroperasi untuk kepentingan negara yang menjadikan penyitaan kapal Rusia sebagai kebijakan.

    Ketegangan antara Rusia dan negara-negara NATO juga meningkat di kawasan Arktik.

    Dalam sebuah artikel yang diterbitkan awal pekan ini, Lavrov menuduh negara-negara NATO berusaha menjadikan Arktik sebagai “front baru” untuk menghadapi Rusia dan negara-negara mitranya.

    Dia menyoroti latihan militer berskala besar yang digelar negara-negara Barat serta perluasan infrastruktur komando di dekat perbatasan utara Rusia.

    Menurut Lavrov, peningkatan aktivitas militer tersebut memperbesar risiko terjadinya konfrontasi bersenjata yang dapat menimbulkan konsekuensi serius.

    Lavrov menegaskan bahwa Moskow ingin Arktik tetap menjadi kawasan yang damai dan menjadi tempat kerja sama. Namun, dia memperingatkan bahwa Rusia akan mempertahankan kepentingannya “dengan segala cara yang tersedia” jika menghadapi tindakan bermusuhan.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      Negara NATO Ini Klaim...

      Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      Balas Dendam Berlanjut,...

      Menlu Rubio Remehkan...

      Israel Ingin Usir Paksa...

      Negara NATO Sita Kapal...

      China Temukan Harta...

      Iran Serang Kapal Tanker...

      Komentar
      Additional JS