Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Spesial

    Mobil China Makin Merajalela, Industri Eropa Desak UE Terapkan Tarif 80% - SindoNews

    10 min read

     

    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.

    Kamis, 10 September 2026 - 11:17 WIB

    Mobil China Makin Merajalela,...

    Industri pemasok otomotif Italia mendorong Uni Eropa menerapkan tarif hingga 80% terhadap impor kendaraan dan komponen dari China. FOTO/Reuters

    A A A

    MILAN - Industri pemasok otomotif Italia mendorong Uni Eropa (UE) menerapkan tarif hingga 80% terhadap impor kendaraan dan komponen dari China untuk melindungi industri otomotif Eropa dari persaingan yang semakin ketat. Usulan tersebut muncul ketika pangsa mobil bermerek China di pasar UE terus meningkat dan menekan produsen serta pemasok otomotif lokal.

    "Kami sangat menghormati pencapaian yang telah diraih industri China. Namun, rasa hormat itu kini berubah menjadi kekhawatiran," kata Presiden Asosiasi Pemasok Otomotif Italia (Anfia) Roberto Vavassori dikutip dari Reuters, Kamis (10/9/2026).

    Baca Juga: Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa

    Vavassori mengusulkan impor kendaraan dan komponen China tetap bebas tarif hingga batas 8% dari total registrasi kendaraan tahunan di Eropa. Setelah melewati ambang tersebut, tarif 80% diberlakukan terhadap kendaraan maupun komponen asal China, karena komponen disebut menyumbang sekitar 80% dari nilai sebuah kendaraan.

    Menurut data Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), pangsa mobil bermerek China yang terjual di pasar UE meningkat menjadi lebih dari 9% pada paruh pertama tahun ini. Vavassori menilai lonjakan tersebut mengancam kemampuan industri Eropa mempertahankan kapasitas produksi dan kemandirian strategisnya.

    Tekanan terhadap industri semakin terlihat setelah Volkswagen menyetujui restrukturisasi besar akibat melemahnya permintaan dan meningkatnya persaingan dari produsen China. Vavassori memperkirakan ekspor komponen otomotif Italia dapat turun sekitar 10% tahun ini setelah merosot 4,6% pada semester pertama, dan berpotensi anjlok 40%-50% pada 2028 jika tidak ada perlindungan yang lebih kuat.

    Pemasok otomotif Italia mengekspor produk senilai sekitar 4,9 miliar euro atau sekitar USD5,7 miliar ke Jerman pada 2025. Menurut Vavassori, Volkswagen menyumbang hingga 20% dari nilai ekspor tersebut sehingga restrukturisasi produsen Jerman itu berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap rantai pasok Italia dan Eropa.

    Saat ini UE telah mengenakan bea tambahan terhadap kendaraan listrik buatan China di luar tarif impor standar sebesar 10%. Total beban tarif berkisar sekitar 18%-45% tergantung produsen dan mulai berlaku pada 2024 untuk periode lima tahun.

    Baca Juga: Dari Volkswagen hingga Jaguar Land Rover: Ini Daftar Lengkap Pabrikan yang Pecat Puluhan Ribu Karyawan

    Vavassori juga mengkritik rancangan Industrial Accelerator Act UE yang bertujuan mendukung investasi industri, dekarbonisasi, dan manufaktur lokal. Menurut dia, aturan tersebut justru dapat mendorong impor dari negara seperti Maroko dan Turki yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan UE, alih-alih memperkuat produksi di dalam blok tersebut.

    Ia turut mempertanyakan komitmen jangka panjang produsen China dalam membangun rantai pasok lokal di Eropa. Produsen seperti BYD dan Chery memang tengah meningkatkan produksi di Eropa, tetapi Vavassori menilai sejumlah fasilitas tersebut masih sebatas perakitan dan sebagian besar komponennya tetap didatangkan dari China atau negara berbiaya rendah di sekitar Eropa.

    (nng)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Kocak! Trump Terapkan...

    Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Anggota Komisi VI DPR...

    Pabrik Emas Antam di...

    Kebangkitan Platform...

    Perkuat Kualitas SDM,...

    Buang Dolar AS, BRICS...

    Kadin Dorong Industri...

    Komentar
    Additional JS