Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured Houthi Konflik Timur Tengah MBS Spesial Yaman

    Donald Trump Tolak Permintaan MBS, AS Tak Mau Serang Houthi di Yaman -, Tribunnews

    6 min read

     

    Serambinews.com/HO/AI A-A+ TRUMP – Foto illustrasi memperlihatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat memberikan keterangan di luar pesawat Air Force One. 
    Ringkasan Berita:
    • Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.
    • Penolakan tersebut terjadi ketika situasi keamanan di Yaman kembali memburuk setelah serangkaian pertempuran sengit dan perebutan sejumlah wilayah strategis oleh Houthi.
    • MBS menelepon Trump ketika pasukan Houthi dilaporkan bergerak mendekati kota pesisir Mokha.

    SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) untuk melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.

    Penolakan tersebut terjadi ketika situasi keamanan di Yaman kembali memburuk setelah serangkaian pertempuran sengit dan perebutan sejumlah wilayah strategis oleh Houthi.

    Menurut laporan Axios, Kamis (10/9/2026), MBS awalnya menelepon Trump untuk menyampaikan perkembangan terbaru situasi militer di lapangan. Pembicaraan itu berlangsung ketika pasukan Houthi dilaporkan bergerak mendekati kota pesisir Mokha.

    Beberapa jam kemudian, MBS kembali menghubungi Trump dan meminta AS menyerang Houthi. Namun, permintaan tersebut ditolak Trump.

    AS Tetap Bantu Arab Saudi

    Meski menolak melakukan serangan langsung, Washington tetap memberikan dukungan kepada Riyadh.

    Pejabat AS yang dikutip Axios mengatakan Amerika akan menyediakan informasi intelijen mengenai Houthi, termasuk data penargetan yang dapat digunakan Arab Saudi.

    Selain itu, lebih dari 200 personel militer AS masih berada di Arab Saudi untuk memberikan dukungan non-kinetik.

    Sikap tersebut muncul setelah Riyadh pada Juli 2026 menyatakan mampu menghadapi Houthi secara mandiri meski konflik mengalami eskalasi.

    Baca juga: IRGC Klaim Hancurkan Kapal Nirawak Amerika Serikat di Selat Hormuz, Ketegangan Iran-AS Makin Memanas

    Konflik Yaman Kian Memanas

    Situasi di Yaman terus memburuk. Houthi yang didukung Iran dan telah lama menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman pekan lalu melancarkan serangan besar terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi.

    Serangan tersebut dilaporkan menewaskan ratusan orang. Arab Saudi kemudian merespons dengan melancarkan puluhan serangan udara ke wilayah yang dikuasai Houthi.

    Media Houthi melaporkan dua serangan udara terbaru menghantam bandara pada Jumat (11/9/2026), sebagaimana dikutip AFP.

    Situasi semakin kritis setelah Houthi dilaporkan merebut sebuah pulau strategis di Laut Merah yang berada di kawasan Selat Bab El Mandeb.

    Perebutan wilayah tersebut dinilai penting karena Bab El Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang berkaitan dengan arus perdagangan dan ekspor energi dari kawasan Teluk.

    Konflik Meluas, Harga Minyak Tembus 100 Dollar AS

    Eskalasi di Yaman terjadi ketika konflik Timur Tengah semakin melebar setelah perang antara AS-Israel dan Iran.

    Iran sebelumnya memblokade Selat Hormuz, jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Gangguan terhadap dua jalur perairan strategis tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

    Pada 11 September 2026, harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama berada di atas 100 dollar AS per barel.

    Di tengah situasi tersebut, Kepala Komando Pusat AS (Centcom), Brad Cooper, bertolak ke Arab Saudi untuk menggelar pertemuan koordinasi mendesak.

    Kunjungan tersebut dilakukan ketika Washington harus menyeimbangkan dukungannya terhadap Arab Saudi dengan keputusan Trump untuk tidak terlibat langsung dalam serangan terhadap Houthi.(*)

    Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Trump Tolak Permintaan Arab Saudi untuk Serang Houthi di Yaman”

    Komentar
    Additional JS