Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita China Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    China Sangkal Bocorkan Intelijen Pangkalan AS ke Iran, Tuduhan Disebut Tak Berdasar - Tribunnews

    5 min read

     

    Ringkasan Berita:
    • China membantah tuduhan memasok citra satelit Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania kepada Iran, menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.
    • Laporan menyebut dugaan keterlibatan entitas China tanpa mengungkap identitasnya dan tidak menuding pemerintah Beijing bertanggung jawab secara langsung.
    • Trump berusaha meredam isu tersebut, dengan mengatakan aktivitas mata-mata juga dilakukan AS terhadap negara lain, meski dugaan itu tetap berpotensi memperburuk hubungan Washington dan Beijing.

    TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah China membantah laporan yang menyebutkan bahwa entitas asal Tiongkok memasok informasi intelijen kepada Iran terkait pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania.

    Informasi tersebut diduga berupa citra satelit yang memperlihatkan kondisi Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, fasilitas militer yang menampung pasukan AS. Pangkalan itu menjadi sasaran serangan rudal Iran pada 17 Juli yang menewaskan tiga tentara Amerika.

    Beijing menilai laporan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Pemerintah China juga menegaskan bahwa tuduhan mengenai keterlibatan pihaknya harus disertai bukti yang jelas.

    “Kami dengan tegas menentang kecurigaan dan tuduhan tanpa dasar dan tanpa bukti,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers yang dikutip dari The Times of Israel.

    Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul pemberitaan dari The Wall Street Journal pada akhir pekan.

    Laporan itu membahas dugaan adanya pihak dari China yang memberikan citra satelit kepada Teheran sebelum dan sesudah serangan rudal Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

    Laporan Wall Street Journal Tidak Menyebut Entitas China

    Dalam pemberitaannya, The Wall Street Journal mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya. Namun, laporan tersebut tidak mengungkap secara jelas entitas China yang diduga terlibat.

    Pemberitaan itu juga tidak menyatakan bahwa pemerintah China secara langsung bertanggung jawab atas penyediaan informasi intelijen kepada Iran.

    Baca juga: China Terseret Perang Iran-AS, Citra Satelit Diduga Bantu Serangan di Pangkalan Yordania

    Dengan demikian, dugaan yang beredar lebih mengarah pada kemungkinan keterlibatan entitas tertentu, bukan tuduhan langsung terhadap Beijing. 

    \Perbedaan ini penting karena informasi satelit dapat diperoleh melalui berbagai saluran, termasuk perusahaan komersial, penyedia data geospasial, maupun lembaga yang memiliki akses terhadap teknologi pengamatan bumi.

    Citra satelit dapat digunakan untuk memantau pergerakan pesawat, kendaraan militer, pembangunan fasilitas, hingga perubahan kondisi sebuah pangkalan. 

    Dalam situasi konflik, informasi semacam itu berpotensi membantu suatu pihak menentukan waktu, arah, dan sasaran serangan.

    Trump Redam Isu China

    Sementara pasca isu mencuat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha meredam laporan mengenai dugaan pemberian informasi intelijen dari China kepada Iran terkait pangkalan militer AS di Yordania.

    Trump menyampaikan pandangannya kepada wartawan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One. Ia menilai aktivitas pengumpulan informasi intelijen merupakan praktik yang juga dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap negara lain.

    “Anda tahu, ketika mereka mengatakan bahwa China memata-matai kita, saya katakan Anda benar, dan kita juga memata-matai mereka,” kata Trump kepada wartawan.

    “Itulah yang kami lakukan. Pada dasarnya mereka melakukan apa yang kami lakukan,” lanjutnya.

    Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Trump tidak secara langsung menuduh pemerintah China bertanggung jawab atas dugaan pemberian informasi intelijen kepada Iran.

    Sebaliknya, ia menggambarkan aktivitas pengintaian sebagai bagian dari praktik yang lazim dilakukan negara-negara untuk memperoleh informasi strategis mengenai lawan maupun negara lain.

    Meski Trump berusaha mengecilkan laporan tersebut, dugaan keterlibatan entitas China tetap berpotensi menimbulkan persoalan diplomatik.

    Terlebih, isu tersebut berkaitan dengan keamanan pasukan AS dan terjadi di tengah hubungan Washington-Beijing yang masih diwarnai persaingan geopolitik.

    Jika dugaan tersebut nantinya terbukti melibatkan pihak yang memiliki hubungan langsung dengan pemerintah China, persoalan itu dapat meningkatkan tekanan terhadap hubungan AS dan China.

    Namun, hingga kini Beijing telah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak memiliki dasar maupun bukti.

    (Tribunnews.com / Namira)

    Komentar
    Additional JS