Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Bursa Saham Featured Keuangan Spesial

    Bursa Saham AS Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Imbal Hasil Treasury - Dekokratis

    6 min read

    Sep 29, 2026 - 05:27

    Herisman S.Pd

    Bursa Saham AS Melemah Akibat Lonjakan Harga Minyak dan Imbal Hasil Treasury

    Smallest Font

    Largest Font

    Bursa saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (28/9/2026) seiring lonjakan harga minyak dan imbal hasil Treasury yang memicu kekhawatiran inflasi. Ketegangan geopolitik dan ketidakpastian prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi penekan utama pasar, sebagaimana dilansir dari Investasi.

    Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 347,11 poin atau 0,67 persen ke level 51.481,51, sedangkan S&P 500 berkurang 59,72 poin atau 0,77 persen menjadi 7.683,69. Sementara itu, Nasdaq Composite terkoreksi 248,34 poin atau 0,92 persen ke posisi 26.820,38, menandai penurunan harian terbesar S&P 500 sejak 20 Agustus 2026.

    Ketegangan geopolitik meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian dari Iran pada Sabtu, meski negosiator AS dijadwalkan melanjutkan pembicaraan pekan ini melalui mediator Qatar. Situasi tersebut mendorong lonjakan harga minyak dan bahan bakar diesel yang berpotensi memicu tekanan inflasi lebih lanjut di AS.

    Kenaikan inflasi turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang diperparah oleh sinyal dari pejabat Federal Reserve terkait potensi kenaikan suku bunga acuan pascapengetatan 25 basis poin bulan ini.

    "Iran mendorong harga minyak, harga minyak mendorong inflasi, dan inflasi mendorong suku bunga," kata Jack Ablin, chief investment strategist sekaligus founding partner Cresset Capital Management di Chicago.

    Tekanan di pasar saham juga dipengaruhi oleh koreksi tajam saham Boeing sebesar 6,9 persen akibat penundaan sertifikasi Boeing 737 MAX 10 oleh Federal Aviation Administration. Selain itu, saham Tesla merosot 3,9 persen setelah J.P. Morgan memangkas target harganya lantaran perkiraan lemahnya pengiriman kendaraan kuartal III-2026.

    Di sisi lain, saham Nvidia mampu menguat 1,6 persen ditopang pengumuman otorisasi pembelian kembali saham senilai US$150 miliar. Dari kebijakan moneter, Gubernur The Fed Lisa Cook memperkirakan tekanan harga masih berlanjut, sementara data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan Oktober kini mencapai 70,3 persen.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS