Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Spesial

    Warga China "Jual" Wajah Mulai Rp 271.000 demi Dracin, - Kompas

    5 min read

     

    KOMPAS.com - Industri hiburan berbasis kecerdasan buatan (AI) di China tengah tumbuh pesat, dan tren ini melahirkan peluang penghasilan yang cukup tidak biasa.

    Sejumlah warga China kini memilih untuk melisensikan wajah mereka kepada perusahaan AI, dengan imbalan mulai dari 15 dollar AS (sekitar Rp271.000) hingga 700 dollar AS (sekitar Rp12,6 juta).

    Yang "dijual" bukan wajah secara fisik, melainkan hak penggunaan data wajah mereka. Wajah-wajah tersebut dipindai dan diolah menjadi karakter digital untuk kebutuhan produksi drama AI atau yang dikenal dengan sebutan microdrama.

    Baca juga: Trump Undang Perusahaan AI ke Gedung Putih, Apa yang Dibahas?

    Wajah masuk katalog digital

    Tren ini tidak lepas dari pesatnya pertumbuhan industri AI microdrama di China. Dilansir dari laporan Rest of World, lebih dari 95 persen dari sekitar 128.000 microdrama yang tayang dalam tiga bulan pertama 2026 sudah menggunakan teknologi AI dalam proses produksinya.

    Ngarit Online, Riyang "Suketin" Berbagi Cuan ke Warga Sekitar lewat Rumput

    Seiring tingginya permintaan tersebut, sejumlah platform online di China mulai membuka layanan jual-beli lisensi wajah. Platform ini berperan sebagai perantara antara pemilik wajah dan rumah produksi yang membutuhkan karakter digital untuk drama mereka.

    Mekanismenya cukup sederhana. Pengguna cukup mengunggah foto ke platform atau mendatangi studio mitra untuk melakukan pemindaian wajah.

    Data wajah mereka kemudian masuk ke katalog digital yang dapat dicari oleh produser berdasarkan kriteria tertentu, seperti usia, jenis kelamin, maupun tipe karakter yang dibutuhkan.

    Jika ada produser yang tertarik, mereka bisa membeli lisensi penggunaan wajah tersebut, dan pemilik wajah akan menerima bayaran sesuai kesepakatan.

    Berapa bayarannya?

    Besaran bayaran bervariasi tergantung platform dan skema lisensi yang dipilih. Secara umum berkisar antara 15 dollar AS hingga 700 dollar AS. Namun masing-masing platform memiliki tarif tersendiri.

    Platform ActID misalnya, menetapkan tarif antara 99 hingga 500 yuan (sekitar Rp240.000 hingga Rp1,3 juta) per episode drama. Sementara platform NewClaw mematok harga 500 yuan untuk satu lisensi gambar.

    Mengapa banyak yang tertarik?

    Meski karakter dalam drama AI dibuat sepenuhnya oleh teknologi, rumah produksi tetap membutuhkan wajah manusia asli sebagai referensi agar hasil akhirnya terlihat lebih natural dan beragam.

    Chief Marketing Officer ActID, Camille Yan, mengungkapkan bahwa produser tidak hanya mencari wajah yang dinilai menarik untuk peran utama.

    Mereka juga membutuhkan wajah dengan karakter khas, termasuk wajah lansia atau tipe karakter tertentu yang sulit direkayasa begitu saja oleh AI.

    Sejak diluncurkan pada Maret 2026, ActID yang berbasis di Shenzhen ini telah mendaftarkan sekitar 800 pengguna. 

    Dari jumlah tersebut, 300 di antaranya sudah menyetujui lisensi penggunaan wajah mereka untuk produksi drama AI.

    Para pendaftar datang dari berbagai latar belakang, mulai dari figuran profesional dan influencer hingga masyarakat umum yang sama sekali tidak memiliki pengalaman di dunia akting.

    Baca juga: Prediksi Elon Musk: AI Lampaui Kecerdasan Manusia dalam 5 Tahun

    Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

    Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    BPOM: TikTok Jadi Platform Terbanyak Penjualan Kosmetik Ilegal

    Komentar
    Additional JS