Trump Bikin Geger! Kapal Induk Pahlawan Pearl Harbor Dikabarkan Bakal Pakai Namanya - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Angkatan Laut AS membahas kemungkinan mengganti nama kapal induk yang sebelumnya didedikasikan untuk pahlawan Pearl Harbor, Doris Miller, menjadi Donald Trump.
- NAACP dan Senator Demokrat Mark Kelly menolak rencana tersebut. Mereka menilai nama Doris Miller merupakan simbol keberanian prajurit AS.
- Jika terealisasi, kapal induk tersebut akan menjadi kasus tidak biasa karena belum pernah ada kapal induk AS yang menggunakan nama presiden yang sedang menjabat.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai sorotan setelah berencana mengubah nama sebuah kapal induk Angkatan Laut AS.
Kapal yang dinamai pahlawan Perang Dunia II, Doris “Dorie” Miller, kini dipertimbangkan untuk menggunakan nama Trump.
Kapal induk tersebut sebelumnya telah diumumkan akan diberi nama USS Doris Miller. Nama itu diambil dari Doris Miller, seorang pelaut Angkatan Laut AS yang dikenal karena keberaniannya saat Jepang menyerang Pearl Harbor pada 7 Desember 1941.
Namun, menurut laporan The Guardian yang mengutip tiga sumber yang mengetahui pembahasan internal, Angkatan Laut AS sedang mempertimbangkan perubahan nama kapal tersebut.
Dua sumber mengatakan terdapat pembicaraan untuk mengganti nama kapal menjadi Donald Trump.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi Trump telah memerintahkan perubahan nama tersebut. Angkatan Laut AS juga belum memberikan penjelasan mengenai alasan pasti di balik wacana pergantian nama.
Jika benar-benar dilakukan, perubahan tersebut akan menjadi keputusan kontroversial. Pasalnya, belum pernah ada kapal induk Angkatan Laut AS yang dinamai berdasarkan nama presiden yang masih menjabat.
Penggunaan nama Trump disebut dapat dikaitkan dengan tradisi penamaan sejumlah kapal induk AS yang menggunakan nama presiden atau tokoh penting dalam sejarah Amerika.
Namun, hal tersebut masih sebatas konteks dan belum dinyatakan sebagai alasan resmi pemerintah AS.
Doris Miller, Pahlawan Pearl Harbor
Doris Miller merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah militer AS, terutama karena keberaniannya ketika Pearl Harbor diserang Jepang.
Saat itu, Miller bertugas sebagai juru masak Angkatan Laut. Ketika serangan Jepang berlangsung, ia membantu mengevakuasi kapten kapal yang terluka parah ke tempat yang lebih aman.
Baca juga: Panas! Iran Patahkan Klaim Trump soal Selat Hormuz, Kapal AS dan Israel Diancam Dilarang Melintas
Miller kemudian mengoperasikan senapan mesin dan menembaki pesawat Jepang meskipun tidak memiliki pelatihan formal untuk menggunakan senjata tersebut.
Tindakan tersebut dilakukan ketika kapal berada dalam situasi yang sangat berbahaya akibat serangan dan kebakaran.
Atas keberaniannya, Miller dianugerahi Navy Cross, salah satu penghargaan militer bergengsi di AS.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberanian Miller dalam membantu menyelamatkan atasannya sekaligus melawan serangan Jepang.
Miller kemudian terus bertugas di Angkatan Laut AS. Pada 1943, ia tewas ketika kapal USS Liscome Bay ditenggelamkan torpedo Jepang. Miller termasuk di antara sekitar dua pertiga awak kapal yang tewas dalam serangan tersebut.
Kisah kepahlawanan Miller kemudian semakin dikenal masyarakat Amerika. Sosoknya juga diangkat dalam film Pearl Harbor yang dirilis pada 2001, dengan aktor Cuba Gooding Jr. memerankan Miller.
Karena itu, nama Doris Miller memiliki nilai sejarah yang kuat bagi Angkatan Laut AS dan komunitas warga kulit hitam Amerika.
Rencana Ganti Nama Tuai Kritik
Meski masih berupa wacana, kemungkinan mengganti nama kapal tersebut menjadi Donald Trump langsung mendapat kecaman.
Presiden NAACP Derrick Johnson menyebut rencana tersebut, jika benar dilakukan, sebagai “tamparan keras” bagi para pahlawan perang dan anggota militer AS.
“Doris Miller mendapatkan tempatnya dalam sejarah Amerika melalui keberanian, pengorbanan, dan pengabdian,” kata Johnson.
Johnson juga mempertanyakan alasan penggunaan nama Trump pada kapal Angkatan Laut ketika para personel militer masih menghadapi berbagai persoalan.
Menurutnya, penghormatan terhadap Miller tidak hanya berkaitan dengan seorang individu, tetapi juga menggambarkan sejarah panjang warga kulit hitam yang mengabdi di militer AS.
Selama beberapa generasi, warga kulit hitam telah bertugas dalam angkatan bersenjata Amerika Serikat, termasuk pada masa ketika mereka masih menghadapi diskriminasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Karena itu, perubahan nama kapal yang sebelumnya didedikasikan untuk Miller dinilai dapat memicu perdebatan mengenai cara AS menghormati jasa para veteran dan pahlawan perang.
Senator Demokrat Ikut Menentang
Penolakan juga datang dari Mark Kelly, senator Demokrat dari Arizona sekaligus mantan perwira Angkatan Laut AS.
Kelly mengatakan nama Doris Miller seharusnya tetap digunakan untuk kapal induk tersebut.
Menurutnya, keberanian Miller ketika menghadapi serangan Jepang di Pearl Harbor merupakan bagian penting dari sejarah militer Amerika.
Kelly menilai kapal tersebut tidak seharusnya berganti nama, terlebih jika nama yang digunakan adalah Donald Trump.
Ia juga mengkritik Trump karena dinilai pernah merendahkan anggota militer seperti Miller yang telah memberikan pengorbanan besar untuk negaranya.
Pernyataan Kelly menambah tekanan politik terhadap kemungkinan perubahan nama kapal tersebut.
Kontroversi semakin besar karena adanya tradisi dalam penamaan kapal perang AS. Hingga kini, belum pernah ada kapal induk Angkatan Laut AS yang menggunakan nama presiden yang sedang menjabat.
Jika kapal tersebut benar-benar diberi nama Donald Trump ketika Trump masih berada di Gedung Putih, keputusan tersebut akan menjadi sesuatu yang tidak biasa dalam sejarah Angkatan Laut AS.
Perubahan nama dari seorang pahlawan perang menjadi nama presiden yang sedang menjabat juga dapat memunculkan perdebatan mengenai tujuan penamaan kapal militer.
Sebagian pihak dapat melihatnya sebagai bentuk penghormatan kepada seorang presiden. Namun, pihak lain dapat menilai nama kapal perang seharusnya lebih mengutamakan jasa, pengabdian, dan pengorbanan bagi negara.
Nama Doris Miller Masih Berpotensi Dipertahankan
Di tengah polemik tersebut, perubahan nama USS Doris Miller tidak otomatis berarti jasa Miller akan dihapus dari sejarah Angkatan Laut AS.
Nama Miller telah menjadi bagian dari sejarah militer Amerika dan penghormatan terhadap dirinya telah berlangsung selama puluhan tahun.
Keluarga Miller juga telah lama memperjuangkan agar penghargaan yang diterimanya ditingkatkan menjadi Medal of Honor, penghargaan militer tertinggi AS.
Karena itu, apabila Angkatan Laut benar-benar mengubah nama kapal tersebut, keputusan tersebut tetap akan menjadi perhatian besar, terutama bagi keluarga Miller, veteran, dan kelompok hak sipil.
Untuk saat ini, belum ada keputusan final mengenai perubahan nama kapal tersebut.
Angkatan Laut AS dan Departemen Pertahanan juga belum memberikan penjelasan resmi mengenai rencana tersebut.
Dengan demikian, kabar mengenai kapal induk yang akan menggunakan nama Donald Trump masih berada pada tahap pembahasan.
Namun, munculnya wacana tersebut telah memicu perdebatan mengenai tradisi penamaan kapal perang, penghormatan terhadap pahlawan militer, serta batas antara penghormatan kepada pemimpin politik dan penghargaan terhadap jasa seorang prajurit.
(Tribunnews.com / Namira)