Rudal Rusia yang Serang Ukraina Menyeberang ke Polandia, NATO Kerahkan Jet Tempur F-16 - SindoNews
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Jum'at, 31 Juli 2026 - 08:07 WIB
Salah satu rudal Rusia yang menyerang Ukraina menyeberang ke Polandia, memaksa NATO kerahkan jet tempur F-16 sebagai respons tegas. Foto/Polish Air Force
A A A
WARSAWA - Rentetan serangan rudal balistik dan drone Rusia terhadap Ukraina pada Rabu malam telah menewaskan 10 warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai lebih dari 50 lainnya. Sialnya, salah satu rudal tersebut menyeberang ke Polandia, yang memaksa NATO mengerahkan jet tempur F-16 sebagai respons tegas.
Polandia merupakan anggota NATO yang memiliki perbatasan langsung dengan Rusia dan Ukraina. Kondisi geografis itulah yang membuat sekutu aliansi itu rawan terkena dampak perang Moskow-Kyiv.
Baca Juga: Jet Tempur F-16 Ukraina Jatuh saat Tempur Melawan Rusia, Pilot Melontarkan Diri
Serangan kilat pada Rabu malam telah memperluas pengeboman hampir setiap hari Rusia terhadap kota-kota Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv di mana puluhan ribu orang menghabiskan malam berlindung di stasiun kereta bawah tanah. Moskow tampaknya berupaya memanfaatkan krisis rudal pencegat pertahanan udara Kyiv yang dipasok Barat.
NATO mengatakan sebuah rudal Rusia memasuki wilayah udara Polandia selama serangan tersebut dan mendarat di daerah pedesaan. Serangan itu tidak menimbulkan cedera atau kerusakan, tetapi dapat memperdalam ketegangan antara aliansi militer pimpinan Amerika Serikat tersebut dengan Moskow, karena negara-negara Eropa yang waspada khawatir perang yang telah berlangsung selama empat tahun ini dapat meluas ke wilayah mereka.
Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengecam rudal Rusia yang menyeberang ke Polandia."Ini tindakan sembrono lainnya oleh Rusia dan konsekuensi berbahaya dari perangnya melawan Ukraina," katanya.
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebutnya sebaggai insiden yang sangat serius. "[Tetapi] sama sekali tidak ada alasan untuk percaya bahwa Polandia adalah targetnya," katanya.
Serangan Rusia menghantam daerah-daerah di Ukraina tempat senjata diyakini disimpan dan diproduksi. Ini terjadi setelah drone dan rudal jarak jauh Ukraina menghantam sektor minyak Rusia, yang menyebabkan krisis bahan bakar.
Serangan Rusia ini terjadi dua hari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Presiden AS Donald Trump dan perwakilan perusahaan pertahanan Amerika saat dia memohon pengiriman rudal-rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot yang lebih cepat dan lebih banyak untuk menghentikan serangan rudal balistik Rusia.
Namun, perang AS-Iran telah menguras persediaan rudal pencegat buatan AS. Trump telah berjanji untuk memberikan lisensi kepada Ukraina untuk membangun sistem Patriot sendiri, tetapi produksinya bisa memakan waktu berbulan-bulan.
“Mengingat kekurangan kritis rudal pertahanan udara dari mitra kami, para prajurit kami melakukan hal-hal yang benar-benar luar biasa, menunjukkan tingkat profesionalisme yang sangat tinggi,” kata Zelensky di media sosial.
“Teror Rusia ini sekali lagi membuktikan bahwa perlindungan terhadap ancaman rudal Rusia adalah tugas terpenting dalam menyelamatkan nyawa rakyat kita,” imbuh dia.
Zelensky mengatakan setidaknya 10 wilayah Ukraina diserang, dengan puluhan rumah, bisnis, dan fasilitas infrastruktur hancur atau rusak.
Menurutnya, Rusia meluncurkan lebih dari 70 rudal, sejumlah besar di antaranya adalah rudal balistik, dan lebih dari 280 drone serang, di mana lebih dari 260 di antaranya berhasil dicegat.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan mereka menargetkan pangkalan udara Ukraina, pabrik senjata, dan fasilitas telekomunikasi dan logistik militer, termasuk pabrik drone dan depot penyimpanan, serta pabrik rudal, perbaikan pesawat, elektronik, dan bahan kimia.
Di wilayah Dnipropetrovsk, serangan Rusia menewaskan enam orang dan melukai 10 lainnya, kata Oleksandr Hanzha, kepala administrasi militer regional, dalam sebuah unggahan di Telegram, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, anak-anak termasuk di antara korban tewas.
Di Kyiv, pasukan Rusia menyerang ibu kota dengan rudal balistik, menewaskan seorang pria berusia 31 tahun dan melukai dua lainnya, kata layanan pers Kepolisian Nasional Ukraina.
Lebih dari 56.000 orang berlindung di stasiun kereta bawah tanah Kyiv, menurut unggahan Facebook dari sistem metro.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Terpopuler
1
2
3
4
5





