Negara Bagian Sarawak Liburkan 591 Sekolah Gara-gara Kabut Asap - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Kabut-asap-di-Sarawak-OK.jpg)
Ringkasan Berita:
- Negara Bagian Sarawak di Malaysia Timur memerintahkan penutupan sekolah selama dua hari akibat memburuknya kabut asap.
- Kondisi ini berdampak pada aktivitas belajar 200.000 siswa karena hampir 600 sekolah harus ditutup.
- Malaysia Timur mencatat tingkat indeks polutan udara yang masuk kategori "sangat tidak sehat".
TRIBUNNEWS.COM, KUCHING - Otoritas Negara Bagian Sarawak di Malaysia Timur telah memerintahkan penutupan 591 sekolah di 10 distrik selama dua hari karena makin memburuknya kondisi kabut asap di wilayahnya.
Penutupan yang mulai berlaku pada hari Kamis (20 Agustus) ini berdampak pada sekolah dasar dan menengah di Kuching, Padawan, Bau, Lundu, Samarahan, Simunjan, Serian, Sri Aman, Lubok Antu, dan Betong, demikian pernyataan Dinas Pendidikan Sarawak di Facebook.
"Keputusan ini merupakan langkah pencegahan untuk melindungi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan siswa, khususnya dari risiko paparan udara yang tidak sehat," ujar Dinas Pendidikan Sarawak.
Sebanyak 197.323 siswa terdampak, menurut dinas tersebut—terdiri dari 107.590 siswa dari 509 sekolah dasar dan 89.733 siswa dari 82 sekolah menengah.
Kegiatan belajar-mengajar dari rumah akan diterapkan selama masa penutupan untuk memastikan proses belajar siswa tidak terganggu, tambah mereka.
Perkembangan lebih lanjut mengenai periode penutupan dan pembukaan kembali sekolah akan diumumkan melalui saluran resmi dan kantor pendidikan distrik masing-masing, kata dinas tersebut.
Ini merupakan kali kedua bulan ini sekolah-sekolah di Sarawak diperintahkan untuk tutup akibat kabut asap.
Pekan lalu, sekolah-sekolah di kota Serian sempat ditutup selama tiga hari ketika tingkat indeks polutan udara (API) sempat melampaui angka 200, menurut laporan media Malaysia.
Skala API menetapkan pembacaan 0 hingga 50 sebagai kategori baik, 51 hingga 100 sebagai sedang, 101 hingga 200 sebagai tidak sehat, 201 hingga 300 sebagai sangat tidak sehat, dan di atas 300 sebagai berbahaya.
Menurut laporan The Star, pada hari Kamis, Serian mencatat angka API sebesar 193, diikuti oleh Kuching dengan 190 dan Samarahan dengan 173.
Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (NREB) Sarawak menyatakan melalui unggahan Facebook bahwa tingkat API di Serian mencapai 239 pada pukul 11.00 hari Jumat, yang mengategorikan kualitas udara sebagai "sangat tidak sehat".
Baca juga: TransNusa Batal Terbang ke Singkawang Gara-gara Asap Tebal Karhutla
Pejabat lingkungan hidup Sarawak memperingatkan bahwa kondisi kabut asap dapat terus berlanjut sepanjang akhir pekan jika pembakaran biomassa masih terus terjadi.
Kabut asap juga telah melanda Singapura. Sesi khotbah Jumat bagi umat Muslim akan dipersingkat untuk sementara waktu mulai minggu ini mengingat kondisi cuaca yang menantang, demikian disampaikan oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) pada hari Jumat.
Kondisi kering di kawasan ini juga diperkirakan akan terus berlanjut, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Singapura (MSS) awal pekan ini.
Otoritas Malaysia dan media setempat mengaitkan kondisi kabut asap tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Penerbangan di Pontianak Lumpuh Akibat Kabut Asap, Malaysia Tutup 591 Sekolah
Mengutip data dari *ASEAN Specialised Meteorological Centre* (ASMC), badan lingkungan hidup Sarawak menyatakan bahwa sebanyak 7.286 titik panas (*hotspot*) terdeteksi di Kalimantan antara tanggal 1 hingga 19 Agustus, dibandingkan dengan 148 titik panas di Sarawak pada periode yang sama.
"Titik panas dan kondisi kabut asap dapat meningkat di wilayah rawan kebakaran yang mengalami kondisi kering berkepanjangan, dengan risiko terjadinya kabut asap lintas batas," ujar badan lingkungan hidup negara bagian Sarawak.
ASMC juga telah memantau adanya "asap lintas batas dengan tingkat kepadatan sedang hingga pekat" di Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara menuju sebagian wilayah Sarawak bagian barat.
Kantor berita AFP melaporkan pada hari Kamis bahwa kebakaran lahan di Indonesia telah menyebabkan kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah, seperti Palangkaraya, ibu kota Kalimantan Tengah di Pulau Kalimantan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan kepada para wartawan di Palangkaraya pada hari Rabu bahwa tim ahli telah disiagakan untuk melakukan operasi penyemaian awan guna memadamkan kebakaran dan mencegah terjadinya kebakaran di masa mendatang.
Channel News Asia