Maskapai Spanyol Siapkan Penerbangan Khusus, Buru Gerhana Matahari Total dari Atas Awan - AFU
Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Maskapai asal Spanyol, Iberia, menyiapkan penerbangan khusus untuk membawa penumpang memburu gerhana Matahari total pada Rabu (12/8/2026). Pesawat akan terbang melewati jalur totalitas agar fenomena ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dapat diamati dari atas awan. Penerbangan tersebut juga akan membawa peneliti yang memanfaatkan momen langka itu untuk mengamati atmosfer terluar Matahari.
Pesawat dengan nomor penerbangan IB1473 dijadwalkan berangkat dari Bandara Adolfo Suárez Madrid-Barajas pukul 18.45 waktu setempat. Rute penerbangan akan melewati wilayah Provinsi Palencia sebelum kembali ke Madrid. Nomor penerbangan tersebut dipilih untuk mengenang astronom Nicolaus Copernicus yang lahir pada 1473.
Iberia merancang penerbangan pada ketinggian sekitar 10.000 meter untuk mengurangi gangguan awan dan atmosfer selama pengamatan. Jalurnya juga disusun agar pesawat melintasi area yang berada di bawah bayangan inti Bulan atau jalur totalitas. Posisi tersebut memberi penumpang peluang lebih besar untuk melihat gerhana secara langsung dari atas awan.
Penerbangan ini tidak hanya diikuti masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena astronomi tersebut. Rombongan peneliti dari proyek Shelios turut berada di dalam pesawat dan dipimpin Miquel Serra-Ricart, Direktur Ilmiah Light Bridges sekaligus peneliti di Instituto de Astrofísica de Canarias. Mereka akan mengamati korona Matahari, yakni lapisan terluar atmosfer Matahari yang biasanya sulit terlihat karena silau permukaan Matahari.
Baca Juga
Iberia juga menyiapkan siaran langsung bagi masyarakat yang tidak ikut dalam penerbangan. Teknologi Starlink akan digunakan untuk mengirimkan tayangan gerhana dari udara melalui akun media sosial resmi maskapai. Dengan cara tersebut, pengamatan tidak hanya terbatas bagi penumpang yang berada di dalam pesawat.
Gerhana Matahari total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga piringan Matahari tertutup sepenuhnya bagi wilayah yang berada di jalur totalitas. Fenomena ini dapat terjadi karena Matahari berukuran sekitar 400 kali lebih besar daripada Bulan, tetapi jaraknya dari Bumi juga sekitar 400 kali lebih jauh. Kondisi tersebut membuat ukuran keduanya tampak hampir sama dari Bumi dan memungkinkan Bulan menutupi Matahari secara sempurna.
Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada Rabu (12/8/2026) pukul 17.46 UTC atau Kamis (13/8/2026) pukul 00.46 WIB. Jalur totalitas akan melewati daratan utama Spanyol, Greenland, Islandia, serta kawasan Samudra Atlantik, sementara Indonesia tidak berada dalam wilayah yang dapat menyaksikan gerhana total tersebut. Fenomena ini menjadi momen bersejarah bagi Spanyol karena daratan utamanya kembali dilintasi jalur gerhana Matahari total setelah lebih dari satu abad. (RAI)