Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Lintas Peristiwa Spesial Yaman

    Kronologi Kapal MV Tihamah Diserang Drone di Yaman, 3 WNI Jadi Korban, 1 Dikabarkan Meninggal Dunia - Tribunnews

    8 min read

     

    Tangkapan Layar A-A+ Ilustrasi ledakan. Serangan terhadap MV Tihamah 
    Ringkasan Berita:
    • Kementerian Luar Negeri RI memverifikasi kabar meninggalnya satu WNI akibat serangan pesawat nirawak di Yaman
    • Serangan terjadi saat kapal MV Tihamah sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandab
    • Dua WNI lainnya dilaporkan selamat dengan satu orang mengalami luka ringan dan satu orang dirawat di rumah sakit
    • Kelompok Houthi diduga menjadi pelaku serangan yang menargetkan kapal dengan sebelas anak buah kapal tersebut

    SERAMBINEWS.COM, SANA’A - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI masih melakukan verifikasi terkait kabar seorang warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dalam serangan drone terhadap kapal MV Tihamah di wilayah Yaman.

    Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan serangan tersebut terjadi ketika kapal MV Tihamah sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandab, Murad, Yaman.

    "Insiden terjadi saat kapal sedang sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman," kata Heni dalam pesan singkat, Selasa (11/8/2026) malam.

    MV Tihamah diketahui membawa 11 anak buah kapal (ABK). Mereka terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga warga negara Indonesia.

    Serangan drone tersebut menyebabkan sejumlah ABK menjadi korban. Dari tiga ABK WNI yang berada di atas kapal, dua orang telah diketahui kondisinya, sedangkan satu WNI lainnya dikabarkan meninggal dunia.

    Heni menjelaskan, salah satu ABK WNI mengalami luka ringan akibat terkena serpihan. Kondisinya tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit.

    "Sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit," ujar Heni.

    Sementara itu, kondisi WNI ketiga yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia masih belum dapat dipastikan oleh pemerintah Indonesia.

    Kemlu RI menegaskan bahwa informasi mengenai adanya WNI yang meninggal tersebut masih dalam tahap verifikasi.

    KBRI Muscat saat ini terus berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk mendapatkan informasi dan konfirmasi resmi mengenai kondisi korban.

    "Informasi (WNI meninggal) tersebut masih dalam proses verifikasi," kata Heni.

    Baca juga: Serangan Houthi Tewaskan 30 Tentara Yaman, Perang Besar di Marib dan Hadramout di Ambang Pecah

    Diduga Diserang Kelompok Houthi

    Serangan terhadap MV Tihamah sebelumnya diberitakan oleh stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah Yaman, Al-Jumhuriya TV, pada Selasa (11/8/2026).

    Berdasarkan laporan awal, serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Houthi yang beroperasi di Yaman.

    Dalam serangan itu, tiga orang ABK dilaporkan tewas. Dua di antaranya disebut merupakan warga negara Pakistan. Sementara satu korban lainnya diduga merupakan WNI.

    Informasi tersebut kemudian dilaporkan oleh Anadolu dan dikutip Antara. Namun, terkait identitas serta kondisi WNI yang disebut meninggal, pemerintah Indonesia masih menunggu hasil verifikasi dari otoritas setempat.

    Dengan demikian, hingga proses verifikasi selesai, Kemlu RI belum mengonfirmasi secara resmi bahwa salah satu WNI yang berada di MV Tihamah telah meninggal dunia.

    Baca juga: VIDEO Arab Saudi Dalam Bidikan! Houthi, IRGC hingga Kelompok Irak Mengepung

    Kemlu Pastikan Perlindungan Tiga WNI

    Kemlu RI bersama KBRI Muscat terus melakukan koordinasi dengan otoritas Yaman dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan perkembangan terbaru mengenai kondisi ketiga WNI.

    Pemerintah juga mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan perlindungan terhadap seluruh WNI yang menjadi ABK kapal tersebut.

    Selain penanganan korban, Kemlu juga mengupayakan bantuan dan pertolongan yang diperlukan bagi para WNI yang terdampak serangan.

    "Dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pelindungan bagi ketiga ABK WNI termasuk mengupayakan penanganan dan pertolongan yang diperlukan serta mempersiapkan fasilitasi kepulangan para WNI ke tanah air setelah kondisi dan situasi memungkinkan," ujar Heni.

    Kondisi keamanan di wilayah Yaman menjadi salah satu pertimbangan dalam proses penanganan dan pemulangan para WNI. Karena itu, pemerintah masih terus memantau situasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.

    Kemlu RI memastikan koordinasi dengan KBRI Muscat dan otoritas setempat akan terus dilakukan sampai diperoleh kepastian mengenai kondisi seluruh WNI yang berada di kapal MV Tihamah.

    Pemerintah juga akan memberikan perkembangan lebih lanjut setelah memperoleh informasi resmi terkait identitas dan kondisi korban dalam serangan tersebut.

    Komentar
    Additional JS