Trump Beri 'Libur Seminggu' untuk Pemakaman Ali Khamenei, Klaim Iran Ingin Berdamai dan AS Baik - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari.
- Donald Trump mengklaim AS telah menghentikan negosiasi untuk memberi jalan bagi prosesi pemakaman Ali Khamenei.
- Trump mengklaim bahwa Perang Dingin telah membuat musuh-musuh Amerika "terpuruk dalam sejarah."
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan AS.
Donald Trump mengklaim AS telah menghentikan negosiasi untuk memberi jalan bagi prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang terbunuh, yang secara resmi dimulai di Iran.
Mulai Sabtu (4/7/2026), Iran akan mengadakan upacara pemakaman Ali Khamenei selama beberapa hari, dan jenazahnya akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.
Upacara pemakaman dimulai di Grand Mosalla di Teheran, di mana pihak berwenang berencana untuk menutup jalan dan aktivitas sehari-hari saat para pelayat mengenang kehidupan Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama beberapa dekade dengan tangan besi sambil menghadapi Barat.
Berbicara di Mount Rushmore di South Dakota selama perayaan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, yang dikenal sebagai America 250, Trump memuji rekor militer negaranya.
"Kita telah menciptakan militer terkuat dan paling berpengaruh. Kita telah memenangkan dua perang dunia," katanya, Jumat (3/7/2026), dilansir Anadolu Agency.
Trump juga mengklaim bahwa Perang Dingin telah membuat musuh-musuh Amerika "terpuruk dalam sejarah."
Merujuk pada konflik baru-baru ini, Trump berkata:
“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kita menghancurkan Iran; mereka sangat ingin berdamai. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik.”
Baca juga: Jenderal Iran Muncul dari Persembunyian Jelang Pemakaman Ali Khamenei, Pemain Utama dalam Negosiasi
Trump juga menyambut baik peringatan penting tersebut dan berpendapat bahwa “pada usia 250 tahun, Amerika adalah republik tertua di Bumi. Kita adalah bangsa yang paling bebas di Bumi. Kita memiliki konstitusi yang paling adil dan abadi di Bumi.”
"Tidak ada seorang pun yang pernah memberikan lebih banyak sumbangan untuk amal, mengakhiri lebih banyak kelaparan, menyembuhkan lebih banyak penyakit, atau berbuat lebih banyak untuk mengangkat martabat kemanusiaan daripada orang Amerika," klaimnya.
Upacara Pemakaman Berlangsung Berhari-hari
Diberitakan AP News, Iran memulai upacara pemakaman yang berlangsung selama beberapa hari pada hari Sabtu untuk mendiang mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, beberapa bulan setelah serangan udara menewaskannya di awal perang.
Sebagian orang membawa spanduk dan bendera, sementara papan reklame di seluruh kota menampilkan gambar Ali Khamenei.
Kerumunan pria memukul dada mereka secara berirama sebagai tanda berkabung, sebuah praktik umum dalam pemakaman Syiah.
“Saya di sini untuk mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin tercinta saya, Ali Khamenei,” kata Hananeh Mousavi, 27 tahun, sambil menangis, yang menghadiri pemakaman bersama ibunya.
“Saya tidak pernah menyangka akan melihat hari seperti ini. Saya berharap saya meninggal sebelum tragedi ini terjadi," lanjutnya.

Panggung terbuka yang didirikan di Grand Mosalla menyerupai panggung tempat Ali Khamenei pernah menyampaikan pidatonya di sebuah husseiniyah di kompleks kediamannya di pusat kota Teheran.
Lokasi itu hancur dalam serangan udara Israel yang menewaskan Khamenei dan beberapa anggota keluarganya pada awal perang Iran pada 28 Februari 2026.
Pemerintah Iran memperkirakan jutaan orang akan membanjiri jalan-jalan ibu kota, menyerupai suasana pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989.
“Kami menghadiri pemakaman untuk menunjukkan bahwa kami semua berkomitmen untuk membela negara dan agama kami,” kata Ali Kazemi, yang datang dari kota Tabriz di barat laut, sekitar 530 kilometer (330 mil) dari Teheran.
Baca juga: Jenazah Ali Khamenei Akan Disalatkan, Pelayat Padati Mosalla Teheran di Iran
Tingkat partisipasi yang tinggi dapat memberikan dorongan bagi pemerintah Iran, terutama karena mereka berupaya memanfaatkan kendali mereka atas Selat Hormuz dalam negosiasi dengan Amerika Serikat mengenai pengakhiran permanen perang, dan karena kekhawatiran masih tetap ada bahwa Israel dapat menyerang lagi.
Iran memilih tanggal 4 Juli, peringatan 250 tahun berdirinya AS, untuk memulai upacara pemakaman.
Meskipun pihak berwenang tidak mengakui waktu tersebut, kerumunan orang di upacara di Teheran meneriakkan: “Matilah Amerika!” — mengulangi seruan yang telah umum di Iran sejak Revolusi Islam 1979 dan pengambilalihan Kedutaan Besar AS serta krisis sandera.
Jenazah Ali Khamenei akan diangkut ke kota-kota di Iran dan negara tetangganya, Irak.
Pihak berwenang telah menutup jalan-jalan, wilayah udara, dan kehidupan sehari-hari di Teheran untuk masa berkabung.
Masih belum jelas apakah pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, akan hadir di pemakaman ayahnya.
Ancaman berulang Israel untuk membunuh Mojtaba Khamenei memicu peringatan dari komando militer gabungan Iran pada hari Kamis, yang mengatakan kepada Israel dan AS "untuk menghindari kesalahan perhitungan apa pun" dalam beberapa hari mendatang.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
