Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Benjamin Netanyahu Berita Donald Trump Featured Netanyahu Spesial

    Sempat Diisukan Berselisih, Netanyahu dan Trump Sepakat Segera Bertemu di AS - Tribunnews

    9 min read

     


    01:13 Timnas Inggris Kemalingan Jelang Tampil Piala Dunia di AS, Sepatu Para Pemain Tiba-tiba Hilang
    Ringkasan Berita:
    • Benjamin Netanyahu dan Donald Trump sepakat untuk bertemu segera di Amerika Serikat.
    • Rencana pertemuan Netanyahu dan Trump menyusul laporan tentang ketegangan antara kedua pemimpin terkait upaya untuk mengakhiri perang.
    • Trump secara terbuka mengkritik Netanyahu dalam beberapa pekan terakhir setelah perang Israel dengan Hizbullah di Lebanon.

    TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan percakapan pada Jumat (3/7/2026).

    Dalam percakapan itu, Benjamin Netanyahu dan Donald Trump sepakat untuk bertemu "segera" di Amerika Serikat.

    Selama percakapan tersebut, Netanyahu juga mengucapkan selamat kepada Trump atas peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

    Percakapan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel bertempur berdampingan dalam kampanye militer mereka melawan Iran, dan menyusul laporan tentang ketegangan antara kedua pemimpin terkait upaya untuk mengakhiri perang.

    AS adalah sekutu terdekat Israel, tetapi Trump secara terbuka mengkritik Netanyahu dalam beberapa pekan terakhir setelah perang Israel dengan Hizbullah di Lebanon mengancam perundingan perdamaian dengan Iran.

    “Perdana Menteri mengatakan dalam percakapan mereka bahwa AS adalah penjamin kebebasan global, dan Israel sangat menghargai hubungan erat antar negara,” demikian pernyataan dari kantor Netanyahu, Jumat (3/7/2026), dilansir Al Arabiya.

    “Perdana Menteri Netanyahu dan Presiden Trump sepakat untuk segera bertemu di AS,” tambah pernyataan itu.

    Trump-Netanyahu Disebut Berselisih Paham

    Serangan Israel terhadap Lebanon dan Iran disebut memperjelas bahwa Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang memulai perang secara bersamaan, menginginkan hal yang berbeda.

    Diberitakan AP News, Trump secara terbuka memperingatkan Israel untuk tidak menyerang Beirut dalam perangnya dengan militan Hizbullah yang didukung Iran.

    Ketika Israel melakukan serangan pada Minggu (7/8/2026), Iran menanggapi dengan menembakkan rudal balistik ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April 2026.

    Israel kemudian menyerang Iran, yang dengannya Trump telah terlibat dalam negosiasi berisiko tinggi selama beberapa minggu.

    Baca juga: Jenderal Iran Muncul dari Persembunyian Jelang Pemakaman Ali Khamenei, Pemain Utama dalam Negosiasi

    Kini pertempuran telah mereda, tetapi perbedaan antara kedua pemimpin itu kemungkinan akan tetap ada.

    Hal tersebut karena Trump, yang partainya akan menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, ingin mengakhiri perang yang tidak populer dan membuka kembali Selat Hormuz untuk menurunkan harga gas.

    Iran mengatakan gencatan senjata penuh di Lebanon adalah kunci untuk kesepakatan apa pun.

    Sementara itu Netanyahu, yang juga menghadapi pemilihan umum tahun ini, berada di bawah tekanan untuk menghentikan serangan Hizbullah dan membuktikan bahwa ia memenangkan perang melawan Iran dan sekutunya.

    Netanyahu juga perlu mengelola hubungan dengan sekutu terpenting Israel tanpa terlihat tunduk padanya.

    BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran.
    BAHAS IRAN - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam sebuah pertemuan. Keduanya bertemu pada Rabu (11/2/2026) di Washington DC, AS, untuk membahas soal Iran seiring berlangsungnya negosiasi AS dengan Teheran. (Tribunnews.com/Tangkap Layar/Khaberni)

    Ternyata ini bukan kali pertama Trump secara terbuka berselisih dengan Netanyahu mengenai operasi militer.

    Pada Maret 2026, kurang dari tiga minggu setelah konflik dimulai, Trump geram dengan keputusan Netanyahu untuk menyerang ladang gas penting Iran, yang mendorong Iran untuk membalas dengan menyerang infrastruktur energi di Teluk.

    “Saya bilang padanya, 'Jangan lakukan itu,'” kata Trump saat itu.

    “Kami akur sekali. Itu terkoordinasi, tetapi kadang-kadang dia akan melakukan sesuatu," lanjutnya.

    Meskipun Trump secara terbuka tidak setuju dengan keputusan tersebut, dua orang yang mengetahui masalah ini dan tidak berwenang untuk berkomentar secara publik mengatakan bahwa AS telah diberitahu tentang rencana Israel sebelum serangan itu terjadi.

    Belum jelas apakah perselisihan terbaru ini akan menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan.

    “Bukan hal yang aneh jika hubungan AS-Israel memiliki ketegangan semacam ini. Yang berbeda sekarang adalah bagaimana hal itu terungkap secara publik,” kata Michael Singh, direktur pelaksana di Washington Institute for Near East Policy.

    Baca juga: Jenazah Ali Khamenei Akan Disalatkan, Pelayat Padati Mosalla Teheran di Iran

    Dia mencatat bahwa Trump pernah mengalami perselisihan publik serupa dengan kepala negara lain, termasuk sekutu dekatnya.

    Eytan Gilboa, seorang ahli hubungan AS-Israel di universitas Bar-Ilan dan Reichman Israel, mengatakan dia ragu keretakan itu benar-benar mengancam aliansi tersebut.

    Dia mengatakan Netanyahu telah berhati-hati untuk tidak mendorong masalah ini terlalu jauh.

    “Jika ada ancaman besar, seperti jika Israel melanjutkan perang di Iran dan menyeret AS ke dalamnya, itu akan menjadi situasi yang berbeda,” katanya.

    “Tetapi itu tidak terjadi," sambung dia.

    Namun, ia mencatat bahwa masih ada "perbedaan pendapat mendasar antara Netanyahu dan Trump mengenai Iran, Lebanon, dan Gaza" yang belum terjawab.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Komentar
    Additional JS